Thursday, 16 April 2026 | Trending: Ganto News
E-Paper Profil Kru
Diduga Langgar Etik Pemilu, Presma 2025 Lakukan Kampanye Terselubung
Top Stories
Berita

Tanggapi Isu Kampanye Presma 2025, Panwaslu: Kami Belum Menerima Laporan

Ganto.co - Menyusul pernyataan Ketua MPM KM Universitas Negeri Padang (UNP), Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Muhammad Ihsan Efendi, turut menegaskan bahwa tidak terdapat bukti yang jelas untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) oleh mantan Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) UNP, Rabu (11/3).Menanggapi isu keikutsertaan mantan Presma dan Wapresma dalam kampanye, Ihsan menyatakan bahwa Panwaslu tidak dapat mengambil tindakan karena tidak adanya laporan resmi serta bukti yang kuat."Panwaslu tidak menerima laporan terkait hal tersebut. Kami tegaskan bahwa Panwaslu tidak bisa mengambil tindakan semena-mena tanpa adanya bukti yang kuat. Setiap laporan yang kami terima diproses sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku tanpa pandang bulu," tegasnya.Ia juga menyampaikan bahwa pelantikan yang dilaksanakan tetap dianggap sah karena telah mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku."Pelantikan yang dilaksanakan hari ini tetap dianggap sah sepanjang telah mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku," ungkapnya.Meski demikian, menanggapi isu yang mencuat, ia menilai klarifikasi secara terbuka penting dilakukan guna menjaga transparansi kepada seluruh Keluarga Mahasiswa (KM) UNP."Setiap proses penindakan harus tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan serta mengacu pada peraturan yang berlaku agar keputusan yang diambil tetap objektif, adil, dan transparan," ujarnya.Sebelumnya, keterangan senada juga disampaikan oleh Ketua MPM KM UNP, Muhammad Naufal."Kami tidak mungkin hanya mendengar keterangan satu saksi. Setidaknya harus ada bukti seperti foto, rekaman suara, dan sebagainya. Katanya ada bukti, tetapi sampai saat ini kami belum menerima laporan," ujarnya saat diwawancarai Ganto pada Rabu (11/3).

Berita

Pelantikan Presma dan Wapresma 2026 Dimajukan Demi Kelancaran Program Kerja Kedepan

Ganto.co -Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) terpilih, Farid Wajidi dan Arief Salsabilla Putra, resmi dilantik di Ruang Senat Lantai 4 Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (11/3). Pelantikan tersebut dimajukan atas arahan Rektor UNP, Krismadinata."Untuk pelantikannya saya minta dilaksanakan hari ini agar program kerja bisa berjalan lebih cepat," ujarnya.Ketua Panitia Pemilihan Umum (PPU), Fauzan Oktavionda, mengungkapkan bahwa pelantikan sebelumnya direncanakan pada 14 Maret. Namun, jadwal tersebut dimajukan menjadi 11 Maret atas arahan Rektor."Rencana awal kami melaksanakan pelantikan pada 14 Maret, tetapi Pak Rektor langsung meminta agar dilaksanakan pada hari Rabu," ungkapnya saat diwawancarai Ganto (11/3).Fauzan menjelaskan bahwa pemajuan jadwal pelantikan dilakukan dengan mempertimbangkan kelancaran program kerja Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) terpilih, sehingga proses pembentukan kabinet dapat segera dilakukan."Bagi kami, dan juga bagi pihak yang dilantik, ini merupakan hal yang baik karena mereka bisa lebih cepat membentuk kabinet serta merancang kepengurusan ke depan," ujarnya.Hal tersebut juga dibenarkan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (MPKM KM), Muhammad Naufal. Ia menyebutkan bahwa esensi dari pelantikan yang dimajukan ini demi mendukung keberlangsungan kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) selanjutnya."Menimbang berbagai tugas yang akan mereka jalankan ke depan sebagai lembaga eksekutif, diharapkan mereka segera dapat mendengar keingnan mahasiswa," ungkapnya.Terakhir, Naufal juga menegaskan bahwa pelaksanaan pelantikan pada hari ini telah melalui prosedur yang berlaku."Pelantikan dilaksanakan hari ini karena seluruh prosedur yang diperlukan telah diselesaikan," tutupnya.

Berita

Farid dan Arief Resmi Dilantik sebagai Presma dan Wapresma BEM KM UNP 2026/2027

Ganto.co - Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Padang (KM UNP) menyelenggarakan pelantikan Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM UNP periode 2026–2027 di Ruang Sidang Senat Lantai 4 Rektorat UNP, Rabu (11/3).Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UNP, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Kepala Subdirektorat Kesejahteraan Organisasi Mahasiswa, Pembina MPM KM UNP, Pembina BEM KM UNP, Presma dan Wapresma periode 2025, serta Presma dan Wapresma terpilih periode 2026.Ketua Umum MPM KM UNP, Muhammad Naufal, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Presma dan Wapresma terpilih, Farid Wajidi dan Arief Salsabila Putra, yang secara resmi telah dilantik dan menerima amanah kepemimpinan dari Presma dan Wapresma sebelumnya,"Selamat kepada pasangan terpilih yang telah resmi dilantik. Kami berharap setelah pengucapan sumpah jabatan ini, kepengurusan yang baru dapat mencari solusi atas berbagai persoalan serta memberikan langkah yang efektif bagi seluruh keluarga mahasiswa UNP," ujarnya.Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan program kerja yang berorientasi pada aspirasi, advokasi, serta penyelesaian permasalahan mahasiswa secara nyata selama satu tahun masa kepengurusan."Segala sesuatu yang berkaitan dengan aspirasi, advokasi, serta penyelesaian masalah mahasiswa harus diwujudkan melalui program kerja yang benar-benar mewakili kepentingan mahasiswa UNP," tambahnya.Presma KM UNP periode 2025, Muhammad Adli, dalam pidatonya menyampaikan pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses keberlanjutan perjuangan mahasiswa."Kepemimpinan boleh berganti, tetapi semangat untuk mengabdikan diri kepada kampus dan mahasiswa tidak boleh padam," katanya.Menurutnya, keberanian dalam memimpin juga harus dibarengi dengan empati serta komitmen menjaga persatuan keluarga mahasiswa, terutama dalam memperjuangkan keadilan."Jabatan bukan tentang kekuasaan, tetapi tentang pengabdian dan pengorbanan. Dalam amanah ini ada ribuan harapan, ada aspirasi yang harus disuarakan, dan ada ketidakadilan yang harus diperjuangkan bersama," tuturnya.Presma terpilih periode 2026, Farid Wajidi, menyampaikan kepemimpinannya bersama wapresma tidak hanya dijalankan oleh dua orang, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh mahasiswa."Kami tidak hanya berperan berdua, tetapi bagaimana merangkul seluruh mahasiswa, baik dalam hal aspirasi, advokasi, maupun berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa. Mahasiswa adalah penggerak utama organisasi ini," ujarnya.Ia juga mengajak mahasiswa untuk aktif memberikan masukan selama masa kepengurusan agar BEM dapat terus melakukan evaluasi dan perbaikan."Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk saling merangkul dalam menjalankan amanah ini. Kami juga terbuka terhadap kritik, masukan, dan arahan, karena tanpa itu kami tidak bisa melakukan evaluasi terhadap kinerja kami," tambahnya.Terakhir, Rektor UNP, Krismadinata, dalam sambutannya berharap kepengurusan BEM KM UNP yang baru dapat memperjuangkan kepentingan mahasiswa serta mempersiapkan mahasiswa agar mampu bersaing di dunia global."Perjuangkan kepentingan mahasiswa dan pahami persoalan yang mereka hadapi. Selain itu, mahasiswa juga harus dipersiapkan agar mampu berdaya saing secara internasional serta siap menghadapi dunia kerja dan memberikan dampak bagi masyarakat," tutupnya.

Berita

Tanggapi Isu Kampanye Presma, MPM UNP: Kami Tidak Menemukan Bukti

Ganto.co - Di tengah beredarnya isu dugaan kampanye terselubung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) 2025 dalam Pemilihan Raya (Pemira) 2026, Ketua Umum Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Negeri Padang (UNP), Muhammad Naufal, memberikan tanggapan terkait permasalahan tersebut pada Selasa (10/3).Naufal mengatakan hingga saat ini pihak MPM belum menerima laporan resmi maupun bukti konkret terkait dugaan keterlibatan presma dalam kampanye terselubung."Ini bukan perkara mudah, karena sampai saat ini kami belum menemukan laporan maupun bukti konkret terkait campur tangan Adli atau bentuk intimidasi yang dilakukan. Sampai hari ini juga belum ada laporan yang masuk ke MPM," ujarnya.Ia menambahkan MPM akan menindaklanjuti persoalan tersebut apabila terdapat bukti yang jelas."Tentu jika memang Adli terbukti melakukan hal tersebut, maka MPM akan memberikan tindakan sesuai prosedur atas kegiatan yang dilakukan," tegasnya.Menurutnya, MPM juga memiliki mekanisme pemberian sanksi apabila terbukti terjadi pelanggaran."Kami akan melakukan pertimbangan dan memberikan sanksi sesuai prosedur yang berlaku jika memang terdapat bukti-bukti konkret terkait tindakan tersebut," ujarnya.Salah seorang mahasiswa UNP berinisial Q turut memberikan tanggapan terhadap isu yang beredar."Saya melihat isu presma yang diduga terlibat kampanye terselubung ini sangat disayangkan. Seharusnya sebagai presma yang sedang menjabat, ia dapat menjaga sikap netral karena mewakili seluruh mahasiswa UNP," ujarnya saat diwawancarai reporter Ganto, Selasa (10/3).Menurut Q, dugaan dukungan presma terhadap salah satu pasangan calon (paslon) secara tidak langsung dapat memengaruhi opini mahasiswa."Jika benar presma memberikan dukungan kepada salah satu paslon melalui sikap, pernyataan, atau interaksi di media sosial, itu bisa memengaruhi opini mahasiswa dan tentu tidak adil. Seharusnya presiden mahasiswa bersikap netral dan tidak terlibat dalam kampanye pihak manapun," katanya.Ia juga menambahakan apabila dugaan tersebut terbukti benar, hal itu berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan mahasiswa."Kalau isu kampanye terselubung ini benar terjadi, tentu akan mengurangi kepercayaan mahasiswa," tambahnya.Q berharap proses demokrasi dalam pemira dapat berjalan secara jujur, adil, dan transparan."Semua pihak, baik dalam pemira, tim sukses, maupun pengurus organisasi mahasiswa, harus mematuhi peraturan yang ada. Presiden mahasiswa seharusnya merangkul semua pihak agar tidak menimbulkan kesan keberpihakan. Demokrasi kampus juga harus dijalankan secara sehat dengan memilih berdasarkan visi dan misi, bukan karena kelompok tertentu," tutupnya.