Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja sekaligus verifikasi lapangan ke sejumlah lokasi terdampak banjir dan longsor di Kota Padang.
Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan timbunan kayu berukuran besar di aliran sungai dan kawasan pesisir yang sebagian besar berasal dari pohon utuh yang tercabut akibat dorongan air ekstrem, bukan dari aktivitas penebangan skala besar.
Temuan tersebut mengarahkan fokus pemeriksaan pada faktor hidrometeorologis, kemiringan lereng, serta morfologi sungai.
"Hampir semua kayu yang terbawa merupakan pohon utuh yang tercabut oleh dorongan air ekstrem. Ini mengindikasikan bahwa curah hujan dan kemiringan lereng memainkan peran utama dalam kejadian ini," ujar Hanif, Selasa (9/12/2025).
Di tengah perdebatan mengenai penyebab bencana serta lambannya pemulihan di wilayah pesisir, Pemerintah Provinsi Sumbar menyatakan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak menjadi salah satu fokus utama pascabencana.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan pemulihan ekonomi menjadi bagian penting dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang tengah disusun pemerintah daerah.
"Ekonomi memang sempat melemah pascadilanda bencana ini. Karena itu, faktor-faktor ekonomi harus segera kita pulihkan," kata Mahyeldi, Selasa (30/12/2025).
Ia menegaskan, seluruh program pemulihan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan akan dirangkum secara menyeluruh dalam dokumen R3P.
Dokumen tersebut akan menjadi acuan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak.
Mahyeldi menargetkan R3P rampung pada 9 Januari 2026 agar langkah pemulihan dapat segera dijalankan secara terarah.
Komentar (0)