Sebelum berdiskusi dengan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Ganefri di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Sabtu (23/3) terkait permasalahan PKM,Wakil Rektor (WR) III berpesan untuk berdiskusi secara baik. Menurutnya ini kesempatan yang baik berdiskusi dengan rektor supaya aktivis dapat berkarya dan menyalurkan bakat di luar akademik dan perkuliahan ke depannya setelah kejadian yang terjadi di PKM.
Sekitar 17.00 WIB lewat, Rektor UNP datang bersama WR II ke Gedung PKM. Diskusi berlanjut dengan paparan dari rektor. Kemudian terdapat beberapa pertanyaan dari mahasiswa aktivis UKM kepada rektor selama diskusi berlangsung.
Pertama, Mahasiswa Teknik Elektro TM 2015 sekaligus Ketua Umum Koperasi Mahasiswa, Alfis menyampaikan aspirasinya mengenai tindakan yang dilakukan beberapa orang yang mengatasnamakan pihak dari kampus. Aktivis PKM sudah meminta surat keterangan yang menyatakan bahwa mereka merupakan utusan dari pihak kampus, tapi langsung terjadi kontak fisik bahkan diiringi dengan kata-kata kasar. Pertanyaan selanjutnya terkait pembagian pendopo yang akan dibangun dan jam malam yang tidak sesuai karena mahasiswa aktivis harus kuliah dari pagi sampai sore.
Kedua, Mahasiswa Teknik Otomotif TM 2015 sekaligus Ketua Unit Kegiatan Komunikasi dan Penyiaran Kampus, Wendi Agustin menanyakan apakan diskusi ini dibatasi untuk bertanya, karena jika dibatasi berarti percuma aja dilakukan.
Pertanyaan ketiga dari Mahasiswa Teknik Elektro TM 2015 perwakilan Paskibra UNP, Khair Kauli. Ia menanyakan tentang 4 poin, yakni tanggapan terkait premanisme yang sudah difollow up tapi belum dapat hasil, penolakan jam malam, pemasangan sebelas CCTV yang ia rasakan bukan seperti UKM, tapi lapas aktivis atau penjara. Kemudian terkait larangan kedatangan alumni, ia mengatakan kepada siapa mereka ingin belajar berorganisasi, sedangkan dari pihak birokrasi tidak pernah duduk bersama membicarakan terkait organisasi. Selain itu, di AD/ART masing-masing UKM ada aturan terkait alumni, itu sama saja melanggar aturan yang dibuat sendiri .
"Di rektorat saja tidak seperti ini pemasangan CCTVnya, sampai seperti itukah kami di mata bapak? Bagaimana cara kami berorganisasi karena perkuliahan wajib bagaimana manajemen yang bapak buat? Apa output yang kami dapatkan, saya butuh aksi?" tanyanya panjang lebar.
Selanjutnya pertanyaan dari Mahasiswa Pendidikan Olahraga TM 2015 perwakilan KSR PMI, Agus Suriadi. Ia mengatakan jika tidak ada alumni, maka UNP tidak akan semegah ini. "Adakah bapak memiliki data valid yang membuktikan kedatangan alumni tidak bermanfaat," tanyanya
Komentar (0)