Kemudian Mahasiswa Pendidikan Olahraga TM 2013 perwakilan Unit Kegiatan Kesenian, Firman Ramadhani mengatakan pertimbangan jam terkait diskusi, karena kesepakatan kemarin dimulai pukul jam 16.00 WIB. Namun karena kesibukan rektor, sehingga molor. Kenapa Sidak yang dilakukan sebelum ini membawa Polsek Padang Utara. Firman mendengar bahwa Polsek datang karena terjadi kerusuhan di PKM, padahal tidak ada dan malah mendebat alumninya yang sedang mengajari adik-adiknya.
"Saya tidak ingin setelah istirahat maghrib diskusi ini habis karena aktivis PKM telah mendengar seminar dari rektor, kami juga meminta bapak mendengarkan seminar kami," harapnya.
Mahasiswa Teknik Elektro Industri TM 2015 perwakilan Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup, Sukri Mansya mengatakan masih banyak yang akan menyampaikan aspirasi, takutnya ketika kita menyampaikan aspirasi, beberapa pertanyaan nanti tidak terjawab. Selain itu ia mengatakan bahwa aktivis yang hebat itu wisuda di waktu yang tepat, bukan tepat waktu. Terkait jam malam ia tidak sepakat. Menurutnya aktivis PKM sepakat dengan kerapian PKM, tapi meminta fasilitasnya karena sudah dijanjikan sejak lama. Selain itu, terkait alumni yang tidak boleh ke sekre. Bagi Sukri pengaruh alumni sangat besar, baik dalam membangun dengan mitra dari luar maupun penyokong pendanaan.
"Kami tidak ada yang tidur di sekre, tapi stand by untuk keperluan organisasi bagi orang-orang yang dipercaya menjaga barang-barang milik organisasi dan siap siaga juga," jelasnya.
Pertanyaan terakhir dari Mahasiswa Matematika TM 2015 sekaligus Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa, Indra kurniawan R. Ia mengatakan marwah kampus terletak pada kecintaan mahasiswa terhadap kampusnya dan yang akan menunjukkan taring-taring UNP ke luar. Indra mengusulkan membolehkan salah seorang mahasiswa ikut rapat senat agar didengar langsung bagaimana perkembangan mahasiswa. Kemudian terkait inventaris yang belum dikabulkan sudah dijanjikan dan dikatakan akan cair Maret ini.
"Apa yang telah dikerjakannya, apa yang telah diperbuatnya dan apa yang telah diberikannya untuk UNP, kami jadi mengetahui," jelasnya.
Ganefri mengatakan bahwa ia berterima kasih atas pertanyaan, saran, dan harapan dari aktivis PKM. Ada beberapa penjelasan yang dijawabnya. Pertama, terkait kejadian premanisme, ia hanya menerima laporan karena sedang tidak berada di Padang ketika itu. Ia mengatakan perlu diketahui memang ada petugas yang ditugaskan oleh WR II untuk menjaga atau memantau mahasiswa di Gedung PKM karena banyak laporan masyarakat yang datang kepada mereka bahwa masyarakat merasa terganggu. Oleh sebab itu, ada yang ditugaskan WR II untuk menjalankan edaran yang sudah dibuat oleh rektor terkait dengan kegiatan malam yang ada di PKM.
"Kita sudah tegas mengatakan kegiatan malam itu boleh, tetapi harus ada izinnya, yang dilarang tidur di PKM, itu titik. Ini bukan tempat penginapan," jelasnya. Jika aktivis melakukan kegiatan malam boleh, laporkan, tapi ada batasannya. Ia juga mengatakan perlu aktivis sadari bahwa kegiatan kemahasiswaan itu hanya ekstrakulikuler, kegiatan wajib mahasiswa adalah menyelesaikan studinya. Ia juga bertanya siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa, rektor? Ia pun menjawab, maka rektor harus membagun sistem, tidak mungkin dibiarkan saja. Kampus ini perlu diatur dengan regulasi, apa pun namaya organisasi ada aturan-aturan dan tidak bisa seenaknya. Negara ini kalau tidak ada hukum mungkin akan teraudit, begitu pun dengan kampus tanpa regulasi akan kacau dan mahasiswa tidak akan menikmati perkuliahan seperti ini
Komentar (0)