"Kalau tidak bisa menaati peraturan atau regulasi yang diatur jangan kuliah di sini."ujarnya.
Selanjutnya ia mengatakan dari sekian banyak pertanyaan yang diajukan aktivis PKM, intinya ada dua. Ia menjelaskan tidak ada tindakan premanisme, kalau ada salah dari mereka itu sudah dipanggil dan kita tidak menginginkan itu sebenarnya dan ia tidak mengetahui, tetapi ketika dipanggil mereka mengatakan menjalankan edaran rektor kepadanya.
Lebih lanjut ia mengatakan universitas sangat peduli dengan alumni, karena universitas itu besar karena alumninya, sehingga dari rektorat menyediakan kantor alumni di Perpustakaan Pusat lantai satu. "Itu wadah alumni."jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa UNP sekarang termasuk kampus yang diamati oleh aparat karena baru saja lima orang mahasiswa UNP tertangkap narkoba. Itu alasan polisi masuk ke UNP dan baru saja UNP dijadikan pusat deklarasi khilafah yang sedang viral. "Tidak ada alasan kita, itu kondisi yang riil dan kita sebenarnya tidak mau melibatkan aparat, tapi aparatlah yang ditugaskan oleh negara ke UNP supaya mahasiswa UNP tidak terlibat terlalu jauh menjadi korban narkoba dan mendapatkan ajaran dan pemahaman yang menyesatkan," jelasnya. PKM termasuk yang dicurigai karena sudah ada mahasiswa UNP yang tertangkap, kecuali tidak ada. Bukan hanya pemakai tapi juga pengedar.
"Yang ditakuti pemerintah dan kita adalah jangan-jangan di pasarkan kepada mahasiswa UNP".ungkapnya.
Terkait Atk, Ganefri mengatakan insya Allah tidak masalah, karena ada WR II. "Mungkin perlu segera karena kalian membutuhkan."
Terkait pedopo, ia mengatakan bukan ruang seperti di PKM, tapi pusat pertemuan. Tentu pemakaiannya diatur oleh bagian kemahasiswaan, kita perlu ada regulasi. Tempat dengan segala keterbatasan ini perlu bersabar bagi aktivis. Bukan hanya di PKM, di masing-masing fakultas menumpuk banyak barang yang tidak digunakan dan tidak bisa dihilangkan selagi itu tercatat sebagai inventaris negara dan harus ada bukti pemusnahan serta bukti peyerahannya. "Kalau tidak itu akan menjadi persoalan pertanggungjawaban negara. Untuk pendopo sedang dibuat gambar perencanaannya dan akan didirikan di belakang PKM," jelasnya.
Selanjutnya Ganefri menjelaskan MPALH yang butuh stand by 24 jam di PKM tidaklah harus. Dengan kemajuan teknologi, dimana pun kita berada itu akan mudah mendapatkan aset dengan kondisi yang ada saat ini
Komentar (0)