Menanggapi diskusi yang telah selesai, Ketua UK WP2SOSPOL UNP, Ilham Alzari mengatakan belum terjawab semuanya. Ada beberapa hal, baik yang belum ditanyakan dan belum dijawab. Contohnya tentang CCTV yang belum dijawab. Lalu kemarin mereka juga pernah mengajukan fasilitas PKM, seperti atap yang bocor dan untuk wc itu sudah diperbaiki, sekarang lampunya lagi. "Dari UKM belum puas dengan jawabannya. Benar kata salah seorang aktivis bahwa diskusi tadi seperti seminar, sudah ditanya belum ada jawabannya. Menampung aspirasi, tapi tidak ada balasannya," jelasnya. Ia berharap kembali duduk seperti tadi, kapan lagi duduk bersama ayahanda dan kita rapatkan. Ia mengatakan sopan saja untuk bertanya. Begitu pun rektor harus memberi ruang kepada penanya, jangan hanya ia yang berbicara.
Sama halnya yang disampaikan Ilham dan Firman, salah seorang aktivis yang bertanya bahwa diskusi yang telah dilakukan dirasa masih mengambang. Banyak pertanyaan yang belum terjawab. Rektor belum menjawab terkait kedatangan Polda yang mengancam alumninya, tindak lanjut aksi premanisme, kepolisian datang ke PKM dijadikan alibi ada pertengkaran, sebelas CCTV untuk gedung sekecil ini, baginya CCTV itu disubsidikan ke rektorat saja dan cukup dua di luar pintu masuk PKM. Ia mengatakan jika memang berdiskusi jangan bermain jam, "Karena pertanyaan mahasiswa akan menyudutkannya, itulah celah baginya tidak menjawab. Isu tadi masih ngambang dan belum ada kebijakan," jelasnya.
Di akhir penyampaiannya, Ganefri mengatakan bahwa yang lain-lain ia kira saran-saran yang akan menjadi perhatian. Setidaknya ia mendengarkan semua aspirasi yang disampaikan tadi dan menjadi catatan untuk melakukan perubahan-perubahan dalam rangka meningkatkan kualitas kegiatan kemahasiwaan di UNP.
"Karena keterbatasan waktu, jika masih ada yang akan disampaikan silahkan sampaikan kepada WR III. Keputusannya juga meupakan keputusan rektor," jelasnya mengakhiri diskusi di PKM.
Komentar (0)