Sastra & Budaya

Ruang ekspresi seni dan kebudayaan. Menampilkan cerpen, puisi, esai budaya, dan karya sastra lainnya dari mahasiswa dan penggiat literasi.

Puisi • Oleh: Afdal Putra

Aku Itu

Aku itu, hujan yang jatuh bertubi-tubi dalam bejana yang berjelaga di atas dipan penyesalanAku itu, api yang menyala dupa dengan buih-buih luka berupa niskalaAku itu, tanah yang bernanah di bawah siksa baskara perih tanpa pamrihAku itu, air yang digulir insan lengkara tak berdosaAku itu, udara yang berkata sadrah disayat bilur lebam beriring...
19 Apr 2021 2528 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Rino Warisman Putra

Jajanan Keserakahan

Selamat pagi firaunInginku peluk mumimu yang seksi ituDamai terkotakkan dipeti keabadianSontak kujadikan kau idola Tapi ditolak logikaku lagiSelamat pagi firaun Senangkah tidur panjangmu?Tenangkah kau disana?Hey firaun bejibun orang ingin sepertimuSebut saja, Gayus, Nazar, Edhy, DjokoKeserakahannya melibihimu tuan firaun!Selamat pagi firaun...
14 Apr 2021 2192 hits Baca Selengkapnya →
Resensi • Oleh: Indah Pareza

Tentang Melampaui Keterbatasan

Judul Film: Incredible loveSutradara: Hendra MartonoTanggal Rilis: 22 Januari 2021Durasi: 105 menitPemeran: Ajun Perwira, Irsyadillah, Ira Wibowo, Roy Marten, Angelica Simperler, Rani Ramadhany.Incredible Love merupakan sebuah film drama Indonesia yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Hendra Martono dan juga disutradarai olehnya....
02 Apr 2021 2224 hits Baca Selengkapnya →
Cerpen • Oleh: Tiara Tri Dewi

Lelaki Tua Bertongkat

Hening mencekam di setiap sudut-sudut atap berlumuran sawang dan abu. Hanya suara jangkrik yang terdengar sedikit merdu. Pilu, lima waktu tak lagi dipenuhi kaki-kaki yang menapaki jalan setapak menujuku. Terdengar suara pintu terbuka."Siapa yang datang mengunjungi kita kali ini?" tanya jendela kepada pintu."Lelaki tua berserta tongkat kayunya."...
21 Mar 2021 3721 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Shyntia Aprizani

Ku Mencari-Mu

Di tengah lamunan tabir hitamKutemui kelam yang tak kunjung padamKutemui jemari yang telah lelah membedah sorbanKyai-kyai brutal dengan pakaian menjajalMerangkai kata demi kata yang terjalHarap mampu mendakiNamun satu jenjang pun tak kutemuiTuhanKaukah cahaya itu?Menyentuhku dengan lembut tanpa menoreh pilu?Menuangkan mantra-mantra cinta lewat...
16 Mar 2021 1981 hits Baca Selengkapnya →
Cerpen • Oleh: Audina Putri

Telah Meredup Cahaya Di Mataku

Rumah ini tampak indah bila dipandang dari jauh, mendekatlah lagi maka akan kau temukan banyaknya daun kering yang rontok tersapu angin. Angin yang bergerak tadi seakan mengabarkan duka cita si pemilik rumah dalam waktu senjanya."Sudah lama sekali dia tak pulang," ucap seorang tua. "Ia sedang sibuk dengan sekolahnya Pak, nanti pasti dia akan...
06 Mar 2021 3757 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Nisrina Zakia Khalel

Getar Getir

Kau bangun terkantuk-kantuk Menyeruput kopi hitam tanpa gula Berkali-kali kau usap wajah Menyapu bekas sial kemarin malam Ahh.. Gerutumu pada mimpi buruk yang bertumpuk Kau lihat dirimu berjas rapih di baliho sudut jalan Tersenyum, namun tak bisa dibilang merekah, juga tidak kuncup Ditambah slogan "Tak Akan Berkhianat pada...
02 Feb 2021 2488 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Maysyarah Ardiana

Pertarungan Asa

Jejak langkah menyusuri kehampaan

Bersisian pepohonan kejahatan

Jalur setapak semakin semak cacian

Berlumpur penolakan

Kaki sudah bergelimang kecewa

Mata berlinang sisa asa

Senyuman terkurung angan pilu membiru

Kala asa bertarung dengan sang putus asa

17 Jul 2020 1554 hits Baca Selengkapnya →
Catatan Budaya • Oleh: Nisrina Zakia Khalel

Terserah

Beberapa waktu yang lalu, kata terserah acapkali menggandrungi kalimat-kalimat percakapan khalayak. Mulai bermunculan dalam pelbagai gesekan, yang kemudian berakhir dengan kata lain yang disebut pasrah. Terserah seolah terdengar seperti keadaan hampa, ketika pedagang berujar, "ahh!" pada kekangan gerak, atau tenaga medis yang merasa lelah atas...
12 Jul 2020 5077 hits Baca Selengkapnya →
Cerpen • Oleh: Habil Ramanda

Imajinasi yang Membohongi

Tengah malam itu gelap dan pilu, kondisi di sekitarnya sedikit mencekam, kelam dan hening. Malam itu angin berembus cukup kencang dan ada rasa bimbang yang harus diatasi, ia adalah seorang pria paruh baya yang hidup dengan seorang gadis belia. Ia lumpuh dan bisu, buah hati dari anak satu-satunya yang telah lama wafat.Mereka tinggal di rumah bambu...
27 Jun 2020 2021 hits Baca Selengkapnya →