Sastra & Budaya

Ruang ekspresi seni dan kebudayaan. Menampilkan cerpen, puisi, esai budaya, dan karya sastra lainnya dari mahasiswa dan penggiat literasi.

Puisi • Oleh: Syafri Nanda

Ayahku Nahkodaku

Ayah.. Kau Mentari pagi yang bersinar mekarWalaupun Matahari membuat kulitmu terbakarKau tetap kekar...Usiamu di habiskan oleh Lautan biruTempat kau mengadu nasib jiwa yang simbiluAnak - anakmu membubuh rasa piluImpian yang tinggi..membuat kau lupa akan dirimuAyah.. Andaikan kami merasakan bagaimana perjuangmuKami tak akan pernah biarkan kau...
13 Nov 2021 1232 hits Baca Selengkapnya →
Cerpen • Oleh: Farisyahs

Amis

"Kau akan merindukan hal yang telah lama tak kau lakukan, tapi sebelum itu, kau selalu membencinya." Minggu pagi yang masih diselimuti kabut, aku terbangun dari kamarku pada pukul enam pagi. Itu adalah waktu paling awal untuk terjaga di hari libur. Bagaimana tidak, jika ibu melihatku masih sibuk berurusan di alam mimpi saat dia...
09 Nov 2021 2857 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Rezi Novita Putri

Perempuan

Tutur bahasanya yang santunLembut perangainya menuntunSosoknya yang anggunMembuat pandangan tertegun Padanya, jangan salah menerkaDibalik senyum merekah, ada luka mengangaTawanya semringah, membendung air mataGeloranya bercerita, tetap mahir menyimpan rasa Terkadang, memahami mereka adalah sulitEmosi tak stabil, melilitAir mata...
05 Nov 2021 1944 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Fitria Imelda

Lembayung Penghujung Petang

Suatu sore di awal NovemberLembayung senja menyelimuti tamanYang kini sedang direnunginyaDi bawah pohon rindangDi kursi putih ituAngin dingin berhembusMenyikap rambut di dahinyaHanya ia seorangBermain dengan asa dan awan kelabuMenyapu lembut seluruh anganHingga hati tak lagi mencernaTanpa raguIa menantang dalam gelap malamMenanti purnama yang...
03 Nov 2021 971 hits Baca Selengkapnya →
Cerpen • Oleh: Farisyah Safitri

SARANG

"Jika bersama terlalu lama, pasti kau akan merasa jengah. Namun jika tidak berjumpa, kau pasti merasa rindu, siapalah lagi namanya, jika bukan saudara.""Kak, kalau sudah mandi handuknya tolong taruh di rak, jangan ditaruh di atas kasur. Sudah berapa kali Tika bilang!!!" Teriakku pada seorang gadis berambut ikal, yang sedang asyik mengunyah keripik...
26 Oct 2021 2415 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Dedek Wiradi

Tenggelam di Pelayaran

Aku ingin berlayar di lautanMembawa seember keberanianSemangkuk kritik, segumpal otak pemikirLalu ku hidangkan di atas kapalIngin aku berlayar jauhMelewati ombak-ombak di laut biruBertemu ramah dengan angin kencangMeski takdir telah digariskanKetika aku di tengah lautKuracik aspirasiku lalu ku tumpahkan ituKu lempar batu-batu kelamUntuk membuka...
21 Oct 2021 779 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Azizah Seprianti

Sajak Bercerita

Ketika hari telah bergantiGelap menyamar ke ulu hatiMeradang dan membelenggu sanubariLalu sajak kuukir untuk mengobatiKetahuilah dunia aku sedang berceritaDiriku adalah penyair sehari semalamSajak yang kutulis menjadi kataHati yang membacanya dalam diamLelahku telah tersampaikanDiriku terhancur dan dibangkitkanMemudar oleh jarak lalu...
30 Aug 2021 1598 hits Baca Selengkapnya →
Cerpen • Oleh: Liza Marlinda

Gadis Kecil di Suatu Sore

Launan angin yang bertiup pagi itu seolah memberiku instruksi untuk menarik napas panjang, lalu hembuskan perlahan. Berjalanlah dengan pelan lalu nikmatilah kedamaian yang masih tersisa di tengah hingar-bingar kehidupan tak nyata. Hingga akhirnya aku harus kembali lagi ke dunia virtual yang memungkinkan segalanya di dalam gengaman. Dengan...
30 Jul 2021 4189 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Gilang Okira

Ratap di Setapak Pulang

Dan di atas debu, masih bisa kau temui langkahkuIa cukup segar, menantimu untuk diajak jalanNanti kita telusuri ruang yang kau susun saban hariJuga bila turun hujan sampai langit berpestaJadilah malam berdandan dengan gaun paling kelamDalam samar dongeng petualangan kita jatuh tersesat dan berteduhYang rindunya kebasahan digantung di bawah lampu...
26 Jun 2021 2859 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Arifantri Zozeka

Sepulang dari Makam

Hanyutlah kata-kataMelayari nadiSungainya para darahDarah hitam kelamSiapa punya sangka?Perahu itu akan karamDi tengah pusara jiwaYang dahulunya padamKesunyian-kesunyianLalu-lalang karena hampanyaDan akhirnya tertanamSerpihan kayu perahuBersanding kata-kataterbungkusDi antara kematian cintaKata-kata semakin tumbuhTumbuh di dalam tubuh, seperti...
28 May 2021 3957 hits Baca Selengkapnya →