Tegak megah di tengah kampus, Gedung Pusat Informasi dan Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Padang (UNP) menandai tonggak sejarah bagi pengembangan akademis. Sejak langkah pertama konstruksi diambil, yakni penandatanganan kontrak dengan PT. Nusa Konstruksi Enjiniring pada tanggal 15 Agustus 2022, gedung ini telah menjadi pusat perhatian bagi seluruh civitas akademika. Dengan anggaran mencapai Rp 82,7 miliar, perpustakaan ini digadang-gadang menjadi perpustakaan terbesar di Sumatra Barat (Sumbar).
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UNP, Dr. Asrul Huda, S.Kom., M.Kom. mengungkapkan bahwa perpustakaan ini akan berbasis digital atau Digital Library. "Perpustakaan baru ini akan hadir dalam digital maupun cetak," ujarnya, Rabu (21/2). Asrul juga menginformasikan dua minggu ini mereka telah memulai proses pemindahan dan mobilisasi buku ke perpustakaan baru.
Asrul juga menekankan perpustakaan ini dalam waktu dekat akan diresmikan. Ia mengatakan ada beberapa aspek belum selesai seperti kebersihan, gardu listrik, dan beberapa peralatan. "Karena ini digital library, maka akses internetnya harus cepat. Kami ingin secepatnya, tapi sekarang masih banyak yang harus disiapkan. Kemungkinan bulan puasa atau Maret," ujarnya.
Sebagai landmark baru di tengah kampus, perpustakaan kini menuai perhatian civitas akademika. Koordinator Program Studi (Prodi) Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Dr. Yenni Hayati, M.Hum. menuturkan "Perpustakaan merupakan aspek penting perguruan tinggi," ucapnya, Kamis (28/2).
Dalam era koleksi digital saat ini, Yenni menekankan bahwa fungsi perpustakaan tetap sama pentingnya. "Meskipun orang bisa mengakses informasi dari mana saja, kita tidak perlu datang ke gedung perpustakaan. Namun, kemudahan ini sangat membantu dosen, penelitian, maupun mahasiswa. Apalagi penelitian merupakan tugas utama dosen," tambahnya.
Dr. Suryanef, M.Si, Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) turut menuturkan bahwa perpustakaan merupakan jantung perguruan tinggi yang memiliki peran strategis bagi semua civitas akademik. "Perpustakaan kita yang lama fasilitasnya masih terbatas, referensi digital terbatas, dan belum ada ruang yang nyaman bagi mahasiswa," ucapnya saat ditemui Ganto di ruang Dekan FPK, Jum'at (23/2).
Menurutnya, perpustakaan harus menjadi jendela ilmu pengetahuan yang tidak terbatas, dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai serta nyaman bagi penggunanya
Komentar (0)