Dari pesan berisi ajakan pacaran hingga ditawarkan menikah. Misalnya, sebut saja Nuril, ia mengaku diminta IL menjadi istri kedua. Semenjak itu Nuril terus menghindar dengan memutar jalan saat berpapasan dengan IL.
"Bagaimana, ya? Takut, malu, gitu lo," kata dia, Selasa, 16 November lalu.
Selain itu, IL pun disebut mengajak tidur di indekos mahasiswa. Ajakan itu datang setelah ia tahu mahasiswi tersebut tinggal di kos sendiri. Ketika menolak ajaran IL, dosen tersebut justru menanyakan teman sekelasnya yang bisa disewa untuk seranjang.
"Ada teman-teman yang bisa bapak pakai?" tutur Nani, menirukan pesan IL. "Maklum, ini hujan. Jadi mengerti jua." Mirna juga mendapat pesan serupa yang meminta mencarikan teman mahasiswi untuk dibayar sebagai teman tidur. Setelah mengaku tak punya teman seperti yang diinginkan IL, dosen itu justru menawarkan teman sekelasnya, yakni Umi.
IL–Mirna melanjutkan–meminta nomor ponsel Umi, bukan nama sebenarnya. Tapi Mirna tak memberikan nomor temannya itu. Setelah Lintas menelusuri cerita ini, Umi mengaku dua kali dihubungi IL dengan panggilan "sayang".
"Kalau dia chat 'sayang-sayang', beta alihkan ke pembahasan persoalan tugas," tutur Umi, Rabu, 17 November lalu. Dia mengaku IL juga meminta foto pribadinya, tapi ia tak menggubris.
Dari pengakuan Mirna, IL tak hanya mengajak berhubungan badan, mengirim gambar mesum, memamerkan kelamin, ia sekali waktu pernah meminta berhubungan mesra melalui panggilan telepon. Lintas sempat membaca ajakan itu di ponsel Mirna.
Belakangan, setelah kedok IL terbuka, sang dosen bertitel magister ini berdalih bahwa semua percakapan itu terjadi lantaran akun Facebook-nya diretas. Setelah dipanggil pihak jurusan November lalu, IL beralasan peretasan itu sudah enam bulan.
Berbeda dengan diakui IL kepada Mirna. Ia beralasan bahwa peretasan akun Messenger berlangsung sejak tiga bulan, terhitung dari November tahun lalu. Melalui pesan instan ke Mirna, IL mengaku peretasan terjadi ketika ponselnya diservis.
"Ternyata selama 3 bulan Pak punya akun di-hack, Pak baru tahu tadi malam," seperti dikutip pada tangkapan layar yang diterima Lintas, 21 November lalu.
Pada pesan berikutnya, IL mengancam akan melaporkan Mirna ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama jika semua percakapan bernada mesum itu tersebar. "Ini pencemaran nama baik," kata IL, seperti dikutip dari potongan gambar itu.
Dimintai konfirmasi terkait obrolan bernada mesum serta kejadian di rumahnya, IL membantah. Ia menuduh mahasiswi tersebut salah paham. Kata dia, saat itu ia hendak tidur dengan istrinya, tak lama mahasiswa datang berkonsultasi terkait skripsi.
Ia keluar menemui mahasiswa dengan mengenakan kaus dan celana pendek–dan sempat merapikan celana di depan korban. "Mungkin dari situ dia berpikir seperti disebutkan itu (memainkan kelamin)," ucap IL, saat ditemui Lintas di gedung kuliah Fakultas Ushuluddin, Selasa, 7 Desember lalu
Komentar (0)