Usaha IL mendekati Mirna, mahasiswi yang wisuda pada 29 Desember lalu, duduk disemester tiga. Mirna baru intens berkomunikasi dengan IL ketika dosen itu menawarkan membantu menyelesaikan skripsi tersebut. Hingga skripsi rampung, Mirna merogoh kocek di atas Rp 3 juta kepada IL.
Menurut Mirna, beberapa kali ia terhambat berkonsultasi dengan dosen pembimbing lantaran IL, kerap menunda memberikan draf proposal skripsi.
Urusan skripsi ini diduga menjadi pintu masuk buat IL mengajaknya bertemu di rumah serta berkonsultasi via aplikasi pesan media sosial. Saat itu IL diduga intens melancarkan ucapan bernada mesum dan mengirim gambar serta video berbau porno.
Mirna menunjukkan kiriman IL itu kepada Lintas. Dua gambar beradegan porno dikirim pada 6 Februari 2021 pukul 01.40 WIT. Diikuti teks di bawahnya.
"Kasihan sudah lama Pak tidak merasakan begini."
Mirna memprotes kiriman tersebut. Tapi dosen ini membalas bahwa pesan itu sekadar hiburan. Pada 21 September lalu pukul 22.40, Mirna menerima kiriman video sepanjang 13 detik dari akun yang sama. Isinya seorang pria bercelana pendek dalam posisi telentang di ranjang sembari memainkan alat kelaminnya. "Itu video dia sendiri, beta kenal dia punya tangan," ujar Mirna.
Enam hari kemudian, datang lagi kiriman foto bergambar penis pada pukul 22.12. Dari pesan teks di Messenger ini, IL meminta Mirna tak marah dan merahasiakan isi percakapan tersebut.
"Antua bilang beta bisa jaga rahasia. Jadi dia kirim gambar seenaknya saja. Mungkin dia pikir beta perempuan gampangan," tutur mahasiswi kelahiran 1998 ini, geram. Mirna mengaku tak nyaman dengan semua perilaku IL. Namun tak bisa berbuat banyak lantaran tersandera skripsi di tangan IL.
Mirna pernah membagi keresahan itu ke sejumlah teman. Cerita tentang IL lantas menyebar ke sejumlah mahasiswa, laki-laki dan perempuan. Salah satu rekannya mengaku pernah melihat tangkapan layar berisi pesan IL, yang meminta Mirna mengirim gambar tubuhnya.
"Dia pernah kasih tunjuk, dosen itu minta kirim gambar payudara," ujar mahasiswa yang minta namanya tak dikutip Lintas, Jumat, 19 November lalu.
Cerita lain tentang perilaku IL datang dari Nani–juga bukan nama sebenarnya. Nani berkisah, ketika Mirna kembali dari rumah IL, dosen itu langsung mengirim video bernada cabut.
"Kalau tidak salah, sampai sekarang dia masih simpan video dan percakapan IL," ujar Nani.
Dia mengaku sempat membaca pesan dari IL di ponsel Mirna yang berisi ajakan itu, kata Nani, IL justru menuduhnya dengan mengatakan,
"Nanti dengan pacar kamong (kalian) bisa buka semua. Kalau dengan Pak tidak mau," ucap Nani, menirukan pesan IL.
Sejumlah mahasiswa mengenal IL dosen genit. Obrolan di aplikasi Messenger itu diketahui banyak mahasiswa. Lintas menemui empat mahasiswi mengaku pernah mendapat kiriman pesan bernada mesum dari IL. Sebagian di antaranya enggan membeberkan isi percakapan sang dosen
Komentar (0)