Opini

Kurikulum Merdeka di Tangan Para Pionir: Mampukah Guru Senior Menyesuaikan Diri?

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Selasa, 18 November 2025 12:43 WIB • 👁 250 Pembaca
Kurikulum Merdeka di Tangan Para Pionir: Mampukah Guru Senior Menyesuaikan Diri?
Ilustrasi: MPI UII Dalwa

Hadirnya kurikulum merdeka itu sebenarnya membawa konsep yang sangat positif, karena ingin menciptakan pembelajaran yang lebih bebas dan mengikuti kebutuhan setiap siswa. Bahkan "Kemendikbud (2022) menegaskan bahwa kurikulum merdeka memberi keleluasaan bagi guru untuk berkreasi dan menjadikan peserta didik lebih aktif dalam proses belajar". Namun, perubahan besar ini justru membuat banyak guru yang sudah lama mengajar harus beradaptasi lagi dengan cara kerja yang baru.

Guru senior selama ini sudah terbiasa dengan metode mengajar yang jelas dan terstruktur. Ketika sekarang mereka harus mengajar lebih kreatif dan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, tidak semua langsung bisa mengikuti. Ada yang masih kesulitan mengoperasikan perangkat digital atau merasa tidak percaya diri jika diminta membuat media ajar yang lebih modern. Wajar saja terjadi, karena transisi ini tidak ringan bagi sebagian guru.

Selain itu, masih banyak guru yang belum sepenuhnya memahami bagaimana menyusun modul ajar, menentukan asesmen yang variatif, sampai merancang projek profil pelajar Pancasila. Hal-hal tersebut terasa seperti tuntutan baru yang cukup rumit. Pelatihan yang diberikan pun tidak selalu membantu secara langsung pada praktik di kelas. Seperti disampaikan Sanjaya (2023) bahwa guru dengan masa kerja panjang kerap menemui hambatan dalam penggunaan teknologi dan membutuhkan pendampingan yang berkesinambungan.

Ada juga tantangan dari sisi psikologis. Guru senior sudah memiliki pola mengajar yang menurut mereka sudah terbukti berhasil selama bertahun-tahun. Jadi saat diminta mengganti pendekatan tersebut secara drastis, muncul rasa ragu bahkan penolakan halus. Kondisi ini semakin sulit jika fasilitas belajar di sekolah belum mendukung atau jika bimbingan untuk guru masih kurang maksimal.

Meskipun menghadapi banyak hambatan, guru senior tetap menjadi sosok yang sangat penting dalam keberhasilan kurikulum merdeka. Pengalaman panjang mereka menghadapi karakter siswa yang berbeda-beda adalah modal besar yang tidak bisa digantikan. Yang dibutuhkan sekarang adalah dukungan nyata dari sekolah maupun pemerintah, supaya guru senior dapat terus berkembang dan tetap percaya diri dalam menjalankan kurikulum baru ini.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

FINNA PUTRI MONITA
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 6 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.