Opini

Ketika Fondasi Belum Kuat, Deep Learing Jadi Tidak Mungkin

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Senin, 17 November 2025 14:30 WIB • 👁 413 Pembaca
Ketika Fondasi Belum Kuat, Deep Learing Jadi Tidak Mungkin
Ilustrasi : github.com

Di Indonesia, kurikulum selalu dianggap sebagai solusi untuk menghadapi tantangan zaman yang memerlukan kecerdasan fleksibel, adaptasi, dan pembaruan yang konsisten agar sejalan dengan kemajuan dunia. Setiap perubahan dalam kurikulum disertai dengan harapan akan adanya pembaruan: memperbaiki hal-hal yang lama, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mempersiapkan generasi mendatang. Namun, bagi banyak sekolah dan pengajar, perubahan yang terlalu cepat terasa seperti sebuah lomba tanpa garis akhir. Kita dihadapkan pada tuntutan untuk berlari tetapi tidak mendapatkan pondasi yang cukup kokoh untuk berdiri. Dalam keadaan demikian, penerapan deep learning yang memerlukan pemahaman yang mendalam menjadi hampir tidak mungkin untuk dicapai.

Situasi ini bukan hanya sekadar keluhan individu. Media nasional sering kali menyoroti bagaimana perubahan kurikulum yang saling bertumpuk membuat para guru merasa terbebani. Seperti yang dilaporkan oleh Kumparan (06/04/2025), "banyak guru masih merasa bingung dan belum sepenuhnya siap untuk menerapkan Kurikulum Merdeka," sebuah kenyataan yang menunjukkan ketidaksiapan sistem dalam melaksanakan pembelajaran secara mendalam. Guru baru saja menyelesaikan pelatihan untuk kurikulum sebelumnya, tiba-tiba harus mempelajari terminologi, struktur dokumen, dan metode penilaian yang baru. Seakan pendidikan adalah sebuah ruangan yang terus dirombak sementara penghuninya masih berada di dalamnya.

Laporan dari berbagai lembaga pendidikan juga menunjukkan bahwa banyak sekolah merasa waktu transisi yang diberikan untuk perubahan kurikulum tidak cukup. Para guru yang selama ini berjuang untuk memahami konsep kompetensi kini harus beralih ke capaian pembelajaran. Sekolah yang masih beradaptasi dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) satu lembar kini dipaksa untuk mempelajari modul ajar dengan format yang berbeda. Pergeseran yang cepat ini menimbulkan kebingungan yang terus bertambah, seperti membaca buku yang bab-babnya terus mengalami perubahan. Deep learning yang memerlukan proses reflektif, eksplorasi, dan pendalaman materi akhirnya hanya tinggal sebuah konsep yang tertulis di atas kertas.

Ironisnya, reformasi kurikulum yang dirancang untuk mengatasi isu pendidikan sering kali justru menambah masalah baru. Ketika fondasi belum solid, perubahan yang mendadak hanya mengguncang struktur yang sudah rentan. Para guru di lapangan menghadapi dilema: mereka perlu mematuhi peraturan baru, tetapi tidak mendapatkan dukungan yang diperlukan. Sementara itu, siswa menjadi yang paling terpengaruh oleh proses belajar yang tidak menentu karena guru mereka sendiri masih mencari panduan. Bagaimana mungkin pembelajaran mendalam bisa dicapai jika proses dasarnya saja belum kokoh?

Pergeseran kurikulum yang terlalu cepat juga menciptakan ketidaksesuaian antar sekolah. Sekolah dengan sumber daya lebih cepat beradaptasi, sedangkan sekolah yang lebih kecil tertinggal jauh. Di satu sisi, proyek pembelajaran berlangsung dengan kreatif dan terorganisir, sementara di sisi lain, guru bahkan belum sempat menguasai dokumen kurikulum. Disparitas ini menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu menunjukkan kemajuan, khususnya jika dasarnya tidak merata. Pembelajaran mendalam membutuhkan akses yang setara, bukan ketimpangan yang semakin melebar.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Della Yulita Putri
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 8 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.