Beberapa tahun ke belakangan ini konsep hidup frugal living semakin mencuat ke permukaan, terutama di kalangan milenial dan gen Z. Secara umum frugal living diartikan sebagai gaya hidup hemat yang menekan pengeluaran dengan mengatur pengelolaan keuangan yang baik dan bijaksana. Konsep hidup frugal living adalah berfokus pada hal yang lebih di prioritaskan.dan benar-benar dibutuhkan.
Namun, hal yang jarang disadari, frugal living memberikan dua keuntungan sekaligus. Tidak hanya berdampak pada kondisi finansial sesorang, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan alam. Dalam praktiknya, menimbulkan pertanyaan: apakah frugal living semata untuk penghematan keuangan atau termasuk bagian kesadaran ekologis?
Dari perspektif finansial atau ekonomi, frugal living diketahui sebagai konsep hidup hemat, dengan mengurangi konsumsi berlebihan, menghidari utang, serta memilih produk yang tahan lama. Dengan hidup frugal living memberikan banyak manfaat kepada individu, contohnya seperti memiliki control keuangan yang baik, terjauhkan dari gaya hidup konsumtif, serta memiliki banyak kesempatan untuk menabung atau investasi.
Di sisi lain, dari perspektif ekologis, ternyata dengan menerapkan konsep frugal living, juga sejalan dengan pelestarian lingkungan dan alam. Mengurangi konsumsi berjalan lurus dengan kurangi limbah, yang juga kemudian menjadi kurangi jejak karbon. Memilih barang bekas bukan hanya bermanfaat dari sisi keuangan, namun juga berguna bagi lingkungan.
Salah satu limbah yang paling sulit terurai adalah limbah tekstil. Limbah tekstil selalu menjadi permasalah serius dari sisi ekologis, menjadi isu penting nasional dikarenakan jumlahnya yang besar. Menurut data, dari kementerian perencanaan pembangunan nasional (PPN)/Bappenas diperkirakan Indonesia menghasilkan sekitar 2,3 juta ton limbah tekstil per tahun, jumlah ini akan terus meningkat jika melihat gaya konsumtif masyarakat saat ini.
Disinilah hadir Thrifting. Salah satu solusi yang paling manjur mengatasi permasalahan limbah tekstil. Thrifting adalah istilah di mana sesorang mencari dan membeli barang bekas. Jenis thrifting yang banyak dilakukan yaitu thriftng dalam fashion. Selain hemat dengan mendapatkan barang yang murah dengan kualitas yang baik, juga dapat membantu mengurangi limbah tekstil yang kian hari makin menumpuk.
Contoh kasus lain dapat dilihat dalam penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik belanja, kemasan makanan, serta botol air mineral. Walau pengelolaan limbah plastik masih lebih baik dari limbah tekstil, tetap saja permasalahan sampah ini tidak bisa dianggap sepele. Menurut data, dari kementarian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik per tahunnya, dan hanya sekitar 30% diantaranya yang berhasil di daur ulang. Tidak hanya itu, berdasarkan data program lingkungan perserikatan bangsa-bangsa (UNEP), Indonesia menjadi Negara penghasil sampah terbesar kedua di dunia setelah china.
Oleh karena itu, hal ini menjadi refleksi bagi kita semua bahwasannya permasalah ekologis bukanlah hal yang sepele. Hal itu bisa kita tanggulangi dengan menerapkan konsep hidup frugal living, contohnya seperti membawa botol air minum sendiri, tas belanja yang bisa digunakan berulang kali untuk ke pasar, atau membawa tempat makan sendiri saat membeli makanan.
Frugal living bukan hanya sekedar menjadi tren atau strategi ekonomi namun juga mencakup kesadaran dari sisi ekologis. Membangun mindset bahwa hemat bukan sekedar murah, tapi juga berkelanjutan. Berkelanjutan memikirkan dampak yang akan diakibatkan terutama dari sisi ekologis jika perilaku konsumtif semakin tidak terkendali.
Sebelum membeli sesuatu, luangkan waktu untuk berpikir matang—apakah barang itu benar-benar berguna dan layak dimiliki, atau hanya dorongan FOMO belaka? Sebab setiap pembelian tak hanya berdampak pada dompetmu, tapi juga pada lingkungan: semakin banyak yang kita konsumsi, semakin besar jejak ekologis yang kita tinggalkan. Tidak hanya cuma soal uang, tapi juga soal bumi yang kita tinggali. Jadikan frugal living sebagai langkah kecil untuk masa depan pribadi dan planet yang lebih sehat. Sekali dayung, dua pulang terlampaui!
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!