Indonesia dikenal sebagai salah satu negara mayoritas Muslim terbesar di dunia dengan total populasi muslim berkisar 245 juta jiwa atau 87% dari total keseluruhan penduduk. Akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan daging halal, Indonesia masih perlu mengimpor pasokan tersebut dari negara lain, salah satu negara pengekspor terbesarnya adalah Brasil.
Negara tersebut telah mengekspor hingga 5,19 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2017, dengan berat ekspor mencapai 2,025,000 metrik ton.
Brasil yang berstatus sebagai negara minoritas Muslim, berperan sebagai pengimpor daging terbesar nomor satu saat ini, namun yang menjadi pertanyaan apakah benar daging tersebut benar-benar halal? Apakah daging yang disembelih oleh masyarakat Non-Muslim Brasil masih dapat dikategorikan halal? Hal tersebut perlu menjadi concern besar kita sebagai umat Muslim.
Diketahui bahwa Brasil memiliki lembaga sertifikasi halalnya sendiri yang memastikan bahwa segala regulasi proses penyembelihan hewan hingga menjadi daging siap impor benar-benar terjaga kehalalannya.
Menurut ajaran Islam, proses penyembelihan harus dilakukan oleh seorang Muslim yang memahami dan mengikuti tata cara yang benar, halal atau tidaknya bukan hanya tergantung pada jenis hewannya akan tetapi juga pada proses penyembelihannya.
Meskipun Brasil memiliki sistem jaminan kualitas dan patuh pada standar halal, penting bagi konsumen Muslim untuk memverifikasi lebih lanjut. Keterlibatan komunitas Muslim dalam proses sertifikasi dan pengawasan sangat penting untuk memastikan bahwa setiap langkah dalam proses tersebut benar memenuhi syarat halal.
Seiring makin meningkatnya permintaan daging halal di seluruh dunia, Brasil sewajarnya terus berupaya meningkatkan transparansi pada konsumen. Kita sebagai konsumen pun memiliki tanggung jawab untuk bijak memilih produk seperti apa yang hendak kita konsumsi dengan mempertimbangkan segala aspek kehalalannya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!