Sastra & Budaya

Ruang ekspresi seni dan kebudayaan. Menampilkan cerpen, puisi, esai budaya, dan karya sastra lainnya dari mahasiswa dan penggiat literasi.

Cerpen • Oleh: Aisya Nabilla Putri

Mujid Sang Penggali Kubur

Orang-orang memanggilnya Mujid. Tak ada yang tahu nama aslinya. Laki-laki kurus hitam legam itu setiap harinya berjalan terseok-seok mendorong gerobak kayu, menyusuri jalan demi jalan, gang demi gang untuk menemukan sesuatu yang bisa di kubur. Kakinya pincang sebelah lantaran pernah digilas roda mobil milik tentara Jepang yang saat itu...
21 Jul 2024 1772 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Zikril Muhammad

Nyanyian Botol

Aku botol terbuang sudah berapa kali terpental; pontang-panting di jalanan, trotoar, rerumputan, ban kendaraan, dan kaki-kaki manusia jalang. Aku botol terbuang. Dari wadah bekas minuman; air rasa, air luka, air suka, air duka, air rindu, air madu. air apa yang entah, tapi aku terbuang. Aku botol terbuang dari...
14 Jul 2024 479 hits Baca Selengkapnya →
Resensi • Oleh: Noviar Qodri

Belajar Mencintai dan Merawat Orangtua Tanpa Pamrih

Judul : How to Make Millions Before Grandma DiesGenre : Drama dan keluargaRilis : 15 Mei 2024Sutradara : Pat BoonnitipatDurasi : 126 menitBahasa : ThailandPemeran : Putthipong Assaratanakul, Usha Seamkhum, Tontawan Tantivejakul, Sarinrat Thomas, Sanya Kunakorn, Pongsatorn Jongwilas, dan Himawari Tajir.___How to Make Millions Before Grandma Dies...
13 Jul 2024 808 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Nada Raudhathul Rahmi

Hanyut dalam Murka Tuhan

Tetesan hujan tak selalu diartikan bahasa cinta dari PenciptaBisa saja bentuk sumpah serapah dalam murka-NyaDesiran ombak yang kau harapkan ketenangan darinyaBisa saja menjadi bentuk kemarahan alam dan seisinyaLalu, kau berkeluh panjang atas duka, seolah paling terlukaDengan lancang kau salahkan Sang PenciptaDalam dosa kau tertawa tanpa peduli...
07 Jul 2024 468 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Raisha Rahmana Edison

Apa?

Sebut saja ini, apa?Matamu kenapa?Rembesannya sewarna batu nilam.Anggap sesaknyabagai salah satu episode kekacauan kita,tidak apa-apaApakah 'asyik' merantau layaknya manusia?Menjejali hati dan jantungseakan otak dan nyawa tak lagi sentral.Siapa yang kekal itu?Tuhan,atau isi di...
30 Jun 2024 431 hits Baca Selengkapnya →
Cerpen • Oleh: Sucy Putri Mayu

Dilema Randy

"Anak-anak, adakah yang tahu warna langit itu apa?" Anak-anak itu hampir semuanya mengangkat tangan mungilnya dan mereka serentak menjawab, "Biru, Buk," terkecuali pada satu anak laki-laki yang memiliki pendapat berbeda dengan teman-temannya."Warna langit itu hitam, Buk," jawab Randy lantang. Buk Lis mengalihkan perhatiannya kepada Randy....
30 Jun 2024 2247 hits Baca Selengkapnya →
Cerpen • Oleh: Pradika Alim Zulemil

Nasib dan Fisika

Pulang sekolah, Rizky memilih jalan yang berbeda dari biasanya.Ingin mencoba suasana baru, langkahnya membawanya ke arah tak terduga.Di sebuah gang sempit, seorang preman berotot besar mengincar mangsanya.Tanpa disadari, bahu Rizky tersenggol kasar oleh preman itu."Woy, punya mata nggak lo?!" bentaknya.Rizky tersentak kaget. Ia menundukkan kepala...
08 Jun 2024 702 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Luca Greceri Febrin

Bangkitlah, Minangkabau

Di cermin kecil, aku tatap bayangan diri,Wajah yang sama, namun hati terasa hampa.Terbayang masa lalu, di negeri penuh memori,Kemarin ramai, kini sunyi tak bersisa.Panik melanda, jeritan menggema,Keluarga hilang, entah di mana.Rumah hanyut, tak pandang kaya miskin,Semuanya sama, terbawa arus dingin.Kaki luka, perih terasa,Semoga lekas sembuh, doa...
28 May 2024 661 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Adinda Ardhia Salsabila

Manusia Kuat

Laksana batu karang di tengah badai. Tak gentar meski deras badai menghantam, Dia tetap kokoh, tak goyah walau diterpa. Dia manusia kuat, tak hanya dari fisik, Namun juga dari kehendak yang bulat. Dalam setiap cobaan, dia tak menyerah, Melangkah maju dengan tekad yang teguh. Wajahnya tak terlihat, namun hatinya...
24 May 2024 636 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Anggelita Febriani

Namun, Hanya Kekasih

Keramaian perlahan mulai surut. Menelan gelora di antara udara. Rayap-rayap mengikis kayu di atap. Memperlihatkan ruang yang ada. Sorak sorai yang riuh tak terdengar. Menghilang bersama suara yang terbakar. Kemudian, kaki kecil melangkah bersama kilat. Menjelma bagai kekasih yang memikat. Suasana hangat, luntur...
19 May 2024 533 hits Baca Selengkapnya →