Sastra & Budaya

Ruang ekspresi seni dan kebudayaan. Menampilkan cerpen, puisi, esai budaya, dan karya sastra lainnya dari mahasiswa dan penggiat literasi.

Puisi • Oleh: Diva Ratna Indah

Siluet di Jendela Maya

Kau adalah asap-naik, lalu menghilang.membuat mataku pedih menatap terang.namun tak kunjung bisa kugenggam pulang.Aku pernah serupa api:menyala untukmu,meski kayuku habis,dan bara di dadaku terlunta-tanpa tungku.Kau datang seperti angin yang angkuh:membelai sebentar, meninggalkan peluh.lalu pergi sebelum kukenakan dinginsebagai jubah...
22 Oct 2025 355 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Arifa Adila

Berisik

Semilir angin berbisik sopan ke telingaTiupannya menari-nari menggoyahkan keheningan Kehadirannya tlah lama ditungguHanya tuk pemecah sepiKali ini sajaLuapkanlah keberisikanmu ditelingakuKali ini sajaSehingga ruang hampa itu terisi kembaliSehingga tak ada ruang hampa yang diisi oleh dugaLaku hadir senyum-tawa-manjamu, atau kembali...
19 Oct 2025 284 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Siska Sutrini

Hujan dan Kamu Adalah Rindu

Hujan menulis dalam rintik rinai,jatuh di antara usaha bertahan,melepas sesak, melepaskan rindu,menyimpanmu di kelopak mata.Kamu adalah rindu yang diam,kupekuat dalam setiap doa,bawah hujan yang basah dan sunyi,kenangan kita tak pernah hilang.Tak salah jarak yang memisah,bukan waktu yang kita pertanyakan,karena rindu mengajarkan...
12 Oct 2025 408 hits Baca Selengkapnya →
Cerpen • Oleh: Desrifani Erza

Duka Lara Cindy Alston

Semilir angin berbisik di antara pepohonan yang menjulang tinggi di sepanjang tepi hutan. Di dalam ketenangan malam itu, terdapat sebuah keberadaan misterius yang dikenal oleh penduduk desa sebagai "Rumah Angker di Tepi Hutan."Rumah itu terletak di pinggir hutan yang lebat, jauh dari pandangan orang-orang. Selama bertahun-tahun, ia menyimpan...
14 Sep 2025 322 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Riri Anggraini

Sajak untuk Ibuku

Ini puisi untuk Ibuku,menceritakan perjuangannya mencari rezekiBagaskara menjadi saksi perjalananmumemburu seonggok nasiKeringat bercucuranbak tangisan semesta sepanjang hari,Kulit yang terbakar bagaskaraikut menjadi saksiBeban berat kau angkatdengan tulang rusukmu yang lemahTertatih-tatih kedua kakimumenopang beban itu dengan pasrahKetika awan...
07 Sep 2025 365 hits Baca Selengkapnya →
Resensi • Oleh: Fadilla Putri Wahyuni

Menjadi Lebih Sadar: Mengupas Diri dan Dunia melalui Seni Berpikir Reflektif

Judul: Menjadi: Seni Membangun Kesadaran tentang Diri dan SekitarPenulis: AfutamiPenerbit: Gramedia Pustaka UtamaTerbit: 2022Tebal: 228 halamanHarga: Rp 82.800 Andhyta Firselly Utami, atau yang akrab disapa Afu adalah penulis sekaligus ekonom lingkungan di salah satu institusi internasional pada sektor pembangunan berbasis di Jakarta. Di...
11 May 2025 736 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Natasya Rahmadini

Rahasia di Antara Awan

Ada jejak samar di langit pagi,Di mana cahaya menari, namun tak bicara.Burung-burung terbang, mengeja sunyi,Namun bayangannya tak menyentuh tanah.Hanya ada bisik lembut dari sela awan.Menyimpan rahasia yang tak bisa dijelaskan.Adakah hujan akan jatuh, atau sekadar menggantung?Pertanyaan terbungkus kabut yang tak pernah pudar.Di tepian...
29 Apr 2025 538 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Hanan Early Nofrel

Suara Senja

Langit senja menyapa di bawah cakrawalaSurya mulai mundur menjauh saat suaramu terdengarSeluruh pasang telinga mendengar lafaz azan darinyaSuara yang membuat hatiku berdebarAllahuakbar Allahuakbar AllahuakbarMenggema suaramu melintasi ruang dan waktuKutangkap getarnya melalui telinga menuju hatiMengisi setiap celah di dada yang terasa...
07 Apr 2025 510 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Muhammad Haziq Rausyanfikar

Sajak Negeri Dingin

Tuan Vujovic telah berhari-hari bertepekur di negeri dingin berhutan lebatBadannya bergetar hebatKepalanya berputar kuatLisannya melirih namaMatanya melirik tiadaNalarnya menuju rupaRaganya merindu tawaBatinnya mendesah cintaDibakarnya cerutu Rusia - diiringi lolongan anjing gunung; whosh,hangatAku adalah Tuan...
17 Jan 2025 535 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Sucy Putri Mayu

Menunggu Paling Tabah

Keretaku 'kan berangkatMembawa hujan dan juga anganDi sana bagaimana? Kotaku kuyupBulan tenggelam bintang menghilangSenyap, aku pulangLilin-lilin menerangi malamdan rayap mengikis kayu basahLenyap, sekalian akuJutaan detik memupus harapanMengasingkan diri dari keramaian Katanya si menunggu paling tabahKata lainnya ialah aku...
05 Jan 2025 1222 hits Baca Selengkapnya →