Siluet di Jendela Maya
Kau adalah asap-naik, lalu menghilang.membuat mataku pedih menatap terang.namun tak kunjung bisa kugenggam pulang.Aku pernah serupa api:menyala untukmu,meski kayuku habis,dan bara di dadaku terlunta-tanpa tungku.Kau datang seperti angin yang angkuh:membelai sebentar, meninggalkan peluh.lalu pergi sebelum kukenakan dinginsebagai jubah...