Account pribadi yang dibuat pada Juni 2012 ini menghantarkan 6 dari 26 orang kenalannya "masuk kampus" dan memperoleh pengatuan tentang berbagai budaya Indonesia yang ada di Bukittinggi. Kedatangan setiap tamu dari luar negeri disambut pihak kampus HIMA PGSD dengan baik dan tentunya tidak menyianyiakan kesempatan. Ary Kiswanto Kenedi mendukung kegiatan ini dengan program HIMA terutama di bidang kesenian.
Asas dasar pada penggunaan akun di www.couchsurfing.com adalah persahabatan. Pada dasarnya kepercayaan akan timbul dan kenalan yang akan datang ke Negara kita tampak meyakinkan ketika kita membaca komentar-komentar yang ada di akun kenalan tersebut. Komentar-komentar tersebut dapat dipercaya karena tidak sembarang orang bisa memberikan komentar kepada pemilik akun lainnya jika belum bertemu langsung dengan kenalannya tersebut.
Sejak awal periode HIMA yang dipimpin Ary Kiswanto Kenedi mahasiswa PGSD TM 2010 ini, HIMA tersebut sudah didatangi 6 orang traveler melalui account yang dimiliki Aisy di situs www.couchsurfing.com tersebut. Aisy yang juga selaku koordinator Departemen Kesenian dengan keberanian dan kepercayaan diri saling bertukar pengalaman dengan pendatang tersebut. Para tamu dari berbagai Negara tersebut mendapatkan pengetahuan mengenai budaya, objek wisata dan makanan khas Bukittingi budaya serta lain sebagainya.
Aisy menekankan bahwa mengungkapkan para undangan tersebut diantaranya Atsuki Fukuchi asal Jepang, Louik dari Perancis, Laura asal Jerman dan Charly Schimpl asal Perancis. Wanita asal Perancis ini mendapatkan pengetahuan mengenai budaya, objek wisata dan makanan khas Bukittingi. Selaku tuan rumah, beberapa diantara pendatang tersebut disediakan tempat tinggal dan memfasilitasi para bule tersebut untuk mengitari Bukittinggi dan sekitarnya.
Salah satu pendatangnya, Elena mengakui kecintaannya terhadap Indonesia khususnya pada Bukittinggi, "I like Cinamond," ungkapnya (28/3). Ary selaku Ketua HIMA berharap program ini akan terus berlanjut dan menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa lainnya, sehingga bisa berbagi informasi dan belajar. "Kami jadi bisa menyalurkan conversation kami saat berbincang dengan mereka," tutupnya. Fidi
Komentar (0)