Kecanggihan teknologi tentu saja memberi kesempatan atau peluang yang bermanfaat bagi penggunanya yang bisa melihat banyak peluang terutama pada internet. Berbagai macam situs jejaring sosial terhampar dan bisa mengantarkan orang keliling dunia. Salah satu situs tersebut bernama www.couchsurfing.com. Situs ini sudah lama dikunjungi salah satu mahasiswa PGSD UPP IV Aisy Putri Zulkarnaini, account yang dimilikinya membentuk kombinasi baru pada program HIMA PGSD UPP IV Bukittinggi.
Terdapat komunitas couchsurfing di Bukittinggi meskipun anggotanya banyak yang tidak aktif. Situs jejaring sosial tersebut tidak hanya diperuntukkan untuk mencari teman dari luar negeri saja namun juga di dalam negeri. Akun yang kita miliki dapat menambah link pertemanan berbagai kota di Indonesia.
Pengalaman ini dialami Aisy yang menjalin persahabatan melalui akunnya tersebut. Hal ini terwujud pada saat Aisy berkunjung ke Medan, ia bertemu teman-teman couchsurfing-nya di kota Medan dan disambut baik disana.
Itu adalah satu dari banyak keuntungan memiliki akun di situs tersebut dan memanfaatkannya dengan baik. Orang-orang yang memilki akun tersebut bisa travelling dengan biaya lebih murah karena adanya kenalan melalui akunnya dan para backpacker juga memiliki akses mudah untuk sampai di tempat tujuannya karena banyaknya kenalan di berbagai kota atau negara yang ada di preference pada akun yang dimilikinya.
Kendala utama yang sangat dirasakan banyak orang ketika mencoba bergabung dan membuat akun adalah ketika mereka tahu bahwa untuk aktif pada akun, mereka harus mengerti bahasa Inggris. Namun jangan khawatir, Aisy menyampaikan harus berani mencoba karena akan menambah pengetahuan teman-teman tentang berbagai Negara dan banyak informasi yang akan didapatkan.
Selanjutnya pemilik akun di situs jejaring tersebut menceritakan pengalamannya dari berbagai kenalan yang sudah bertemu langsung dengannya, masing-masing pertemuan memiliki pengalaman berbeda dan unik. Salah satu paling menarik adalah ketika Aisy bertemu dengan kenalannya dari Amerika dan Australia. "Pertamnya takut, karna lihat penampilannya, cowo berbadan besar dan tinggi, tapi setelah ngobrol ternyata menyenangkan dan sekarang seperti saudara sendiri," ungkapnya.
Kemudian ada lagi pengalaman dengan seorang laki-laki usia 21 tahun, teman sebayanya tersebut berasal dari Kanada. Laki-laki tersebut awalnya berencana hanya 3 hari berada di Bukittinggi, namun setelah berkenalan dan berkeliling, akhirnya ia menghabiskan seluruh visa-nya di Bukittinggi dan juga menyempatkan diri berkunjung ke Padang. Tentunya, setelah bertemu dan teman-temanya kembali ke Negara mereka masing-masing, Aisy tidak lost contact bahkan ada yang memutuskan untuk kembali lagi berkunjung ke Bukittinggi sekedar berlibur dan bertemu teman-teman yang ada disini
Komentar (0)