Ganto.co - Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Psikologi Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Seminar Nasional World Mental Health Day dengan tema "Speak Up for Mental Health: Break the Stigma, Build Awareness" di Aula FIS UNP, Sabtu (11/10).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Wirza Feny Rahayu, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Psikologi UNP, dan Neny Andriani, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari RSJ Prof. HB Saanin Padang. Selain itu, turut hadir Arief Kurniawan, peserta Clash of Champion Ruangguru Season 2, sebagai guest star.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana World Mental Health Day (WMHD) 2025 menyampaikan bahwa tema yang diusung tahun ini, "Speak Up for Mental Health: Break the Stigma and Build Awareness," menggambarkan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental yang setara dengan kesehatan fisik, serta upaya menghapus stigma negatif yang masih melekat di kalangan masyarakat.
"Tema ini mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dan berani membicarakannya. Tahun ini, antusiasme peserta mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total peserta mencapai 355 orang, terdiri dari 237 peserta luring dan 118 peserta daring," ungkapnya.
Pada sesi pertama, Wirza Feny Rahayu, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyoroti pentingnya mengenali diri dan menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental.
"Kadang kita terlalu keras pada diri sendiri, ingin selalu produktif seperti orang lain. Padahal yang terpenting bukan seberapa cepat kita bergerak, tetapi bagaimana kita tetap sadar akan kondisi diri sendiri," ujar Wirza.
Sementara itu, Arief Kurniawan, peserta Clash of Champion Ruangguru Season 2, berbagi pengalaman pribadinya dalam menjaga keseimbangan antara kuliah, organisasi, dan kompetisi akademik. Ia mengakui bahwa pada tahun pertama perkuliahan, manajemen waktunya belum teratur, namun kemudian belajar untuk menetapkan prioritas.
"Tahun pertama aku sering begadang dan belum punya jadwal yang jelas. Tapi setelah ikut kompetisi dan organisasi, aku belajar bahwa prioritas utama tetap kuliah, setelah itu baru kegiatan lainnya," ungkap Arief.
Arief juga menuturkan bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menenangkan diri ketika mengalami stres.
"Aku bukan tipe yang harus ramai. Kadang aku healing sendiri, nonton atau makan sendirian. Yang penting, aku tetap tenang dan nggak stres," ungkapnya
Komentar (0)