Walaupun AVRO ANSON RI 003 telah jatuh, bukan berarti perjuangan untuk mendapatkan senjata berhenti. Hanya selang beberapa hari pasca hilangnya pesawat, Indonesia telah memiliki pesawat lagi dengan tipe yang sama. Pesawat tipe Dakota, dengan call sign RI 004. Pada penerbangan ke Siam kali ini, pesawat tidak dikemudikan oleh bangsa Indonesia, melainkan oleh seorang berkebangsaan Scotlandia, pilot Wade Palmer. Saat itu ada enam orang yang berangkat ke Siam. Mereka adalah H. Tahir, Bahrudin DT. Bagindo, Mas Said, Tahi Siregar, Ali Alkadri, dan Letnan Udara Yacoeb. Tak sedikit pengorbanan yang dilakukan untuk mendapatkan senjata dari Siam. Banyak rintangan dan resiko yang harus mereka lewati.
Momentum perjuangan membeli pesawat ini, diabadikan oleh masyarakat Sumatera Barat dengan mendirikan monumen pesawat di Nagari Gadut. Sayangnya, hingga saat ini belum terlihat kesungguhan pemerintah setempat untuk mengelola situs ini dengan baik, terutama dinas pariwisata. Bahkan setiap pengunjung bebas memasuki kawasan monumen ini tanpa ada retribusi yang harus dibayarkan. Jika lokasi ini diberdayakan secara maksimal sebagai objek wisata, pendapatan untuk daerah akan terbantu olehnya.
Sejauh ini, tindakan terakhir Pemerintah Daerah hanya berupa pengecatan ulang kerangka monumen. Kendati begitu, masih banyak lagi perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan untuk menyelamatkan situs sejarah ini sebelum hilang begitu saja. Seperti perbaikan plang monumen yang tulisannya hampir lepas semua, penataan taman bunga, dan pemasangan kembali ubin-ubin yang telah pecah. "Karena monumen ini berada dibawah Pemda, jadi masyarakat cuek saja," ungkap H. Dahrial Malin Saidi, Wali Nagari Gadut, Senin (28/1).
Selaku wali nagari, Dahrial mengharapkan bahwa monumen ini bisa langsung dikelola oleh pemerintahan nagari, bukan Pemda Kota Bukittinggi lagi. Mengenai pengelolaan sebuah situs sejarah ini, Dahrial juga menyadari bahwa perlu konsep yang matang bagi sebuah nagari untuk mengelolanya dengan baik. Semua persiapan harus dilakukan dengan sempurna. "Akan tetapi, tidak sedikit dana yang dibutuhkan untuk pengelolaan monumen ini," tutupnya saat diwawancarai di ruang kerjanya
Komentar (0)