Ganto.co - Tim Pengabdian Masyarakat, Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di SMKN 1 Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, pada 26-27 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan membantu guru-guru meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik, terutama dalam penggunaan teknologi digital seperti ChatGPT untuk pengembangan media pembelajaran.
Tim yang beranggotakan Dr. Rino, S.Pd., M.Pd., MM., Dra. Armida S, M.Si., Dr. Yasdinul Huda, MT., dan Risna Delfita, S.Pd ini memilih SMKN 1 Lembah Gumanti sebagai mitra karena potensinya untuk menyebarkan hasil pelatihan ini ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Solok.
"SMKN 1 adalah sekolah yang besar dan strategis. Kami melihat adanya peluang untuk menyebarluaskan hasil pelatihan ini ke lebih banyak guru di daerah ini," ujar Rino saat diwawancarai Ganto pada Kamis, (19/09/2024).
Dalam pelatihan ini, para guru dikenalkan dengan teknologi ChatGPT sebagai alat yang dapat membantu mereka menyusun modul pembelajaran, mengembangkan media, dan memperbarui konten secara lebih efisien.
Rino berpendapat ChatGPT dianggap lebih mampu menjawab kebutuhan pengajaran modern dibandingkan alat-alat pencarian tradisional seperti Google.
"ChatGPT memungkinkan guru mendapatkan ide-ide terbaru dan informasi yang relevan untuk pembelajaran, serta membantu mereka merancang materi yang sesuai dengan perkembangan zaman," katanya.
Berdasarkan observasi dan diskusi dengan pihak sekolah, Rino dan tim menemukan bahwa banyak guru di SMKN 1 Lembah Gumanti masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan dan memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran.
"Guru masih kurang optimal dalam menguasai IT, padahal teknologi ini sangat diperlukan di era digitalisasi pendidikan. Dengan pelatihan ini, kami berharap para guru bisa lebih percaya diri menggunakan teknologi dalam proses pengajaran mereka," tambah Rino.
Menjawab Pandangan Kritikus ChatGPT
Seiring dengan semakin luasnya penggunaan ChatGPT, beberapa kalangan, termasuk dosen dan pendidik, menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak negatifnya, terutama jika digunakan secara berlebihan dan menggantikan proses kreatif guru.
Rino berpendapat bahwa, "Apapun terobosan teknologi, selama digunakan sebagai alat bantu dan bukan sebagai tujuan utama, maka itu sah-sah saja. ChatGPT bukan untuk menggantikan kreativitas guru, tapi untuk membantu mereka mendapatkan informasi terbaru dan meningkatkan kompetensinya, yang salah adalah jika teknologi ini digunakan tanpa integritas, misalnya dengan copy-paste sepenuhnya tanpa olah pikir," jelasnya
Komentar (0)