Mengenai persoalan sampah, Prof. Dr. Indang Dewata, M.Si selaku Ketua Pusat Penelitian Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PPKLH) UNP menyampaikan bahwa hal ini terkait dengan etika dan moral. "Itu sebenarnya karena masalah sampah adalah masalah habit atau persoalan nilai moral atau etika. Misalnya, jangan ditunggu petugas kebersihan yang membereskan sampah kita," jelasnya, Kamis(8/6).
Oleh sebab itu, dalam mewujudkan lingkungan hidup yang baik perlu kerjasama dari seluruh pihak dan civitas academica UNP dalam menjaga dan melestarikan lingkungan akan membuat terwujudnya lingkungan hidup yang didambakan oleh seluruh civitas academica.
Minim Ruang Terbuka Hijau
Berdasarkan wawancara dengan mahasiswa dan dosen UNP, peninjauan terhadap ruang terbuka hijau di kampus ini mengungkapkan gambaran yang menarik. Mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas, sepakat bahwa pembangunan ruang terbuka hijau di UNP belum merata. Prof. Dr. Azwir Anhar, M.Si Selaku Guru Besar Departemen Biologi mengungkapkan kondisi ruang terbuka hijau belum cukup, sebab proporsi ruang terbuka hijau di lingkungan kampus mencapai luas 30% dari luas lahan.
Pendapat ini ditegaskan oleh Prof. Dr. Indang Dewata, M.Si Selaku Ketua PPKLH UNP saat ditemui Ganto pada 8 Juni 2023. Menurut Indang, tiap bangunan di kampus harus memiliki minimal 30% ruang terbuka hijau. Ini Termasuk dalam upaya menciptakan Green Space, yang berfungsi sebagai resapan air. Kurangnya luas ruang terbuka hijau dapat berdampak pada meningkatnya risiko banjir di kampus.
Keterbatasan ruang terbuka hijau juga dirasakan di Fakultas Ekonomi UNP. Astri Yuza Sari, SE., MM, dosen di fakultas tersebut, mengungkapkan bahwa kapasitas ruang terbuka hijau di fakultasnya masih tergolong kurang. Hal ini sejalan dengan pandangan Muthia Roza Linda, SE, M.M, yang juga dosen di fakultas yang sama. Muthia mencatat upaya fakultas dalam menciptakan suasana asri dan hijau di kampus masih memerlukan perbaikan, mengingat masih minimnya tumbuhan dan tanaman di area depan fakultas.
Tidak hanya di Fakultas Ekonomi, keluhan seputar ruang terbuka hijau juga disampaikan oleh mahasiswa Psikologi, Robby Martiano. Ia menyoroti perluasan ruang terbuka hijau di Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK). Menurut Robby, fakultas yang belum memiliki ruang terbuka hijau seharusnya menjadi prioritas perhatian kampus, karena lingkungan yang nyaman akan mendukung proses pembelajaran dan perkuliahan. "Disayangkan Fakultas yang belum memiliki ruang terbuka hijau seperti FPK tentu harusnya menjadi perhatian khusus pihak kampus karena bagaimanapun proses pembelajaran dan perkuliahan akan lebih nyaman ketika mahasiswa juga diberikan fasilitas, prasarana dan sarana yang memadai dan harapannya di FPK juga ada ruang terbuka hijau," ucapnya kepada Ganto via Whatsapp, Kamis (6/4)
Komentar (0)