Ganto.co - Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Padang (UNP) tahun masuk 2019 menggelar acara penayangan film pendek sebagai proyek tugas akhir mata kuliah Sinematografi Sastra yang mengusung tema "Layar Sastra, Sebuah Apresiasi Cipta Karya Sastra"yang diselenggarakan di Ruang Teater Tertutup Mursal Esten, Rabu (29/6).
Devy Kurnia Alamsyah, S.S, M.Hum, selaku dosen mata kuliah Sinematografi mengatakan dari 90 skenario yang sudah ditulis oleh 90 mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2019, sembilan naskah dipilih dosen pengampu mata kuliah untuk dijadikan film pendek. Sembilan film tersebut antara lain Kacamata Emak, adaptasi cerpen Harris Efendi Thahar dengan sutradara Debora Sihombing, Rumah Ibu adaptasi cerpen dari Harris Efendi Thahar dengan sutradara Windi Rostanti. Menganyam Kesabaran adaptasi cerpen karya Asma Nadia dengan sutradara Ema Apriyani, Menanti Kelahiran adaptasi cerpen karya A. A Navis dengan sutradara Anggik Pradana, Gubrak adaptasi cerpen karya Seno Gumira dengan sutradara Zarwanda Adani, Anak Panah adaptasi cerpen karya Harris Efendi Thahar dengan sutradara Abiyyu Farras Faisal, Ayah Anjing adaptasi cerpen karya Yusrizal K.W dengan sutradara Hanifah Azzahra, dan yang terakhir film Karangan Bunga dari Menteri adaptasi cerpen karya Seno Gumira dengan sutradara Luluk Uswatun Hasanah.
Selanjutnya, Dr. Yenni Hayati, M.Hum selaku Kepala Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah FBS UNP dalam sambutannya menyampaikan bahwa mata kuliah sinematografi sastra muncul karena tuntutan perkembangan industri 4.0 dimana setiap program studi harus memunculkan sebuah mata kuliah yang akan membuat mahasiswa adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Dosen-dosen program studi memunculkan dua ide mata kuliah, yang pertama adalah Sinematografi Sastra dan yang kedua adalah Sastra Multimedia. Ketika saya memunculkan itu dalam diskusi, baik diskusi dengan dosen dan mahasiswa, umumnya memilih mata kuliah sinematografi sastra. Sehingga mata kuliah ini dimunculkan pada mahasiswa Sastra Indonesia Angkatan 2019 pertama kali mengambil mata kuliah ini," ujar Yenni.
Lebih lanjut, Yenni mengatakan harapannya terkait proyek tugas akhir mata kuliah sinematografi.
"Saya berharap melalui proyek tugas akhir mata kuliah sinematografi sastra akan muncul sineas-sineas baru, enerjik, kreatif, dan futuristik sehingga dunia perfilman tidak hanya digeluti oleh orang-orang yang sama dimana hal ini sudah dimulai dengan lahirnya sutradara-sutradara muda dan penulis-penulis skenario muda yang terlibat dalam pembuatan film ini sebagai proyek tugas akhir mata kuliah Sinematografi Sastra," tambah Yenni
Komentar (0)