Yenni juga menyampaikan bahwa pada bulan Oktober nanti, bulan yang dikenal sebagai bulan bahasa, Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah,Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), UniversitasNegeri Padang (UNP) akan mengadakan Festival Mursal Esten secara internasional dan akan mengusahakan bahwa sinematografi akan menjadi salah satu cabang lomba yang diadakan dengan syarat bahwa sembilan film pendek yang tayang di Teater Mursal Esten kemarin tidak boleh dipublikasikan dalam bentuk apapun sampai Festival Mursal Esten diselenggarakan.
"Pada bulan Oktober nanti akan diadakan Festival Mursal Esten secara internasional dan akan mengusahakan bahwa sinematografi akan menjadi salah satu cabang lomba yang diadakan dengan syarat bahwa sembilan film pendek yang tayang di Teater Mursal Esten kemarin tidak boleh dipublikasikan dalam bentuk apapun sampai Festival Mursal Esten diselenggarakan," ungkap Yenni.
Sambutan berikutnya yaitu dariProf. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., mengatakan bahwa beliau merasa bangga dengan adanya mata kuliah ini sebab dari mata kuliah inilah mahasiswa bisa menghasilkan sebuah karya dan mendorong mahasiswa Sastra Indonesia untuk membuat karya-karya lain dengan pemahaman akan teknologi dan copyright yang lebih baik sehingga film yang dihasilkan memiliki kualitas baik.
"Saya merasa bangga dengan adanya mata kuliah ini sebab dari mata kuliah inilah mahasiswa bisa menghasilkan sebuah karya dan mendorong mahasiswa Sastra Indonesia untuk membuat karya-karya lain dengan pemahaman akan teknologi dan copyright yang lebih baik sehingga film yang dihasilkan memiliki kualitas baik," ungkap Ermanto.
Sebagai penutup Devy menyampaikan kesannya terhadap acara ini.
"Awalnya hanya untuk mengadaptasi karya cerita pendek menjadi skenario film. Ternyata kita bukan hanya membuat skenario, tetapi juga membuat sebuah film bahkan menampilkannya, itu di luar ekspetasi saya," ujar Devy.
Komentar (0)