Namun Arkadia mengatakan siap menunggu sampai malam di kampus untuk menunggu LPM mempublikasi Infografik permintaan maaf dan menandatangani surat perjanjian yang dibentuk di bawah tekanan.
Pada Pukul 17.00 WIB Para senior/alumni Arkadia naik ke lantai tiga menuju sekret. Posisi kami di luar dan sekret sudah terkunci. Para senior Arkadia memaksa kami untuk membuka sekret kami, dan mulai mengeluarkan ancaman-ancaman. Seperti,
"Ini sudah jam 5, mana permintaan maafnya. Kalian udah janji loh sama saya, kalo udah janji tepatilah. Kalian Islam, kan?"
"Siapa yang bertanggung jawab, yang menulis (pernyataan permintaan maaf) siapa? Pemrednya mana? Ketuanya mana?"
"Kamu mau minta maaf atau nggak, gitu dulu deh. Kalo ngga ya saya tinggal jalan ke polisi dan dewan pers"
"Kamu tau nggak dampak dari berita kamu? Nih ada 800 notif chat. Mereka semua masih menunggu permintaan maaf"
LPM Institut mengaku memang merasa harus meminta maaf, tapi bukan begini caranya. Ini bukan forum negosiasi, tapi intimidasi. Karena relasinya tidak setara.
Hingga pada pukul 17.03 WIB pada kondisi yang tidak kondusif itu salah satu DPH Arkadia mengirimkan via chat pada PU Institut jika ada pesan dari staf warek 3. Pesan tersebut berupa:
1. Arkadia berhak mengajukan tuntutan ke LPM Institut secara resmi jika dianggap berita ini sepihak dan merugikan Arkadia
2. Arkadia bisa memberikan klarifikasi sekaligus menuntut LPM melalui press realease via medsos dll (news vs news)
3. Kemahasiswaan dalam hal ini fokus pada kasus KS yang dilaporkan/diberitakan, bukan pada framing pemberitaan.
4. Persoalan kedua lembaga diharapkan bisa diselesaikan secara baik dan kekeluargaan.
Pukul 17.26 WIB, akhirnya demi pertimbangan keselamatan tiga pengurus LPM Institut yang masih berada di lantai tiga bersama pengurus dan senior Arkadia. Arkadia juga berjaga di ujung tangga. Saat itu juga, kami langsung membuat postingan permintaan maaf. Tentu dengan tekanan para senior Arkadia. Namun Ketua Arkadia tetap menagih tanda tangan Ketua LPM Institusi.
Berkenaan dengan kejadian tersebut SKK Ganto UNP menolak segala bentuk intimidasi terhadap LPM termasuk yang dialami oleh LPM Institut UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Komentar (0)