Polemik yang tengah terjadi di Universitas Negeri Padang (UNP) mengenai Beasiswa Unggulan (BU) sudah menemui titik terang. Muharsyad Al Azip, S.Pd selaku juru bicara Aliansi mahasiswa Pascasarjana UNP bersama Presiden Mahasiswa telah melaksanakan diskusi terkait persoalan beasiswa unggulan yang tengah terjadi di sivitas akademika UNP. Diskusi tersebut dihadiri Dr. Refnaldi, S.Pd, M.Litt selaku Wakil Rektor 1 beserta Drs.Yushamdi sebagai Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) diruangan kerja Wakil Rektor 1, Jumat (11/9).
Refnaldi dalam penjelasanya menututurkan, mengenai adanya beberapa perubahan yang terjadi dari hasil kelulusan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa unggulan. Yang mana ada dua nama mahasiswa yang sebelumnya dinyatakan mendapatkan BU, yang pada akhirnya keduanya dibatalkan. Ini semua disebabkan kedua mahasiswa tersebut tidak memenuhi administrasi, kedua inisial mahasiswa yang dibatalkan adalah JS dan WD. Sedangkan untuk satu orang mahasiswa yang berinisial IK masih dipertimbangkan, mengingat bahwa sebelumnya IK dijanjikan oleh rektor untuk mendapatkan beasiswa karena kiprahnya sebagai Presiden Mahasiswa angkatan 89.
Sehingga dari pembatalan terhadap JS dan WD membuat ada dua sisa slot beasiswa unggulan yang tersisa, sedangkan untuk nasib IK akan dibahas dalam rapat pihak kampus kedepanya. Refnaldi juga menambahkan mengenai adanya salah seorang mahasiswa yang telah memenuhi standar skor TOEFL beserta administrasi, tetapi ia belum lolos. Ini semua disebabkan ada kesalahan dari pihak panitia. Sedangkan untuk mahasiswa memiliki nilai skor TOEFL 460 akan mendapatkan bantuan uang kuliah. Berbeda dengan mahasiswa yang memperoleh skor TOEFL 500 keatas serta memenuhi administrasi akan mendapatkan Beasiswa Unggulan.
"Mengenai ini berarti ada kesalaha tim saat melihat, serta ada juga ada kekhilafan saat melihat hasil skor. Kalau dia memiliki TOEFL 500 ke atas serta memenuhi syarat, seharusnya dia dapat beasiswa BU. Untuk nilai skor TOEFL 460 ia akan dapat bantuan uang kuliah empat semester," jelasnya.
Refnaldi juga menegaskan kepada mahasiswa yang mendapatkan bantuan uang kuliah ia tidak akan memperoleh bantuan biaya hidup serta bantuan penelitian.
"Kita baru pertama memberi bantuan, sedangkan untuk setiap tahun menyelengarakan masih ada kekurangan, maka mohon dimaklumi juga karena masa pandemi atau kita kehilangan data. Tapi kalau nilai diatas 440 dan dia berhak nanti kita bisa membuatkan. Karena ini adalah bentuk komitmen rektor yang mengatakan nilai TOEFL 440 sampai 500 ia akan kita bantu uang kuliah selama empat semester," ungkapnya
Komentar (0)