Sementara itu, Miswarman selaku Gubenur BEM KM FIP menanggapi bahwa selembaran kertas yang sedang beredar memang terkesan tidak adanya transparasi atau keterbukaan informasi penerimaan beasiswa unggulan. Ia juga mengatakan memang wajar saja jika banyak mahasiswa yang kecewa atas keputusan yang semestinya diketahui sivitas akademika UNP.
Menurut Miswar, adanya kurang keterbukaan pihak birokrat kampus. Miswar berpendapat bahwa ini semua bisa dilihat dari isi selembaran kertas tersebut. Ia menilai adanya ketidakrelevanan antara kebijakan dan keputusan yang dikeluarkan oleh pihak kampus. Ia mengatakan bahwa hal yang wajar jika mahasiswa mempertanyakan masalah tersebut.
"Jika kita lihat, berdasarkan selembaran yang sedang beredar memang terkesan tidak adanya transparasi keterbukaan informasi penerima beasiswa unggulan ini. Dan wajar saja, jika mahasiswa banyak yang kecewa atas keputusan yang semestinya diketahui publik secarareal. Namun, tampaknya kurang dibuka oleh pihak birokrat kampus," ungkapnya, Rabu (9/9).
Miswarman menambahkan bahwa organisasi yang bergerak dibidang eksekutif ataupun legislatif mempunyai peran penting dalam menjawab masalah yang tengah terjadi saat ini.
Komentar (0)