"Universitas Negeri Padang (UNP) Tidak Bijak dalam Regulasi." Itulah judul selembaran surat yang tersebar di mading beberapa fakultas UNP, diantaranya Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ilmu Keolahragaan.
Melirik dari isi selembaran surat tersebut menunjukkan adanya kekecewaan beberapa pihak terkait hasil seleksi beasiswa unggulan. Selain itu, isi dari surat tersebut juga mempertanyakan mahasiswa yang dinyatakan lulus, namun secara administrasi dianggap tidak memenuhi persyaratan dan tidak terdapatnya standar skor testoeflyang diumumkan.
Tidak hanya itu, isi surat tersebut juga meminta kepada tim seleksi beasiswa unggulan agar lebih transparan dalam menyampaikan hasil kelulusan mahasiswa beasiswa unggulan dengan standar dan kriteria yang ada.
Dalam selembaran surat tersebut juga terdapat beberapa tagar yang bertuliskan #UNPOPPORTUNIS, #UNPNEP, #DIMANABEMKMUNP.
Menanggapi hal tersebut, Ravi Kurnia selaku Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) keluarga Mahasiswa (KM) UNP menyampaikan bahwa memang ada kesalahan dari panitia yang meloloskan berkas salah seorang mahasiswa yang secara administrasi diyatakan tidak lolos. Data dalam berkas mahasiswa tersebut menunjukan bahwa mahasiswa tersebut wisuda pada tahun 2018/2019. Rafi melanjutkan bahwa mahasiswa bersangkutan tersebut dinyatakan lolos lewat seleksi akademik, namun melalui seleksi berkas mahasiswa tersebut justru dinyatakan gagal lantaran dari persyaratan tersebut hanya bisa diikuti oleh mahasiswa yang wisuda pada tahun 2019/2020.
Ravi menegaskan bahwa ia saat ini tengah mempertanyakan kepada pihak kampus mengenai pembatalan status beasiswa mahasiswa tersebut. Sementara itu, jawaban dari pihak kampus menjelaskan bahwa mahasiswa yang lolos tersebut gagal dari sisi administrasi.
"Permasalahan ini karena ada salah seorang mahasiswa yang lolos beasiswa unggulan, tetapi beasiswanya dibatalkan. Dan itu lagi dipertanyakan ke pihak kampus bagaimana bisa pembatalan itu terjadi, dan kabarnya pembatalan terjadi karena tamatanya bukan 2019/2020, itu permasalahanya. Karena memang disyarat 2019/2020," tuturnya saat dihubungiGantovia Whatsapp, Kamis (10/9).
Mengenai tagar nepotisme, Rafi menjelaskan akan mencoba mengusut permasalahan yang sebenarnya. Nantinya ia akan melakukan proses klarifikasi dari pihak kampus agar tidak ada nepotisme yang dicurigakan. Selain itu, Rafi menyatakan bahwa ia sudah membicarakannya dengan Rektor
Komentar (0)