Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) Tahun Masuk (TM) 2017 pada semester Juli-Desember 2020 tengah disibukkan dengan pengurusan Praktek Lapangan Kependidikan (PLK). Berbeda pada tahun sebelum nya, PLK kali ini dilakukan di daerah masing-masing akibat masalah pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak bulan Maret lalu. Sehingga hal ini menyebabkan banyak aktivitas terpaksa harus dilakukan secara daring.
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) TM 2017, Rafi Dermawan menjelaskan bahwa PLK di daerah masing-masing menurut nya memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu mahasiswa dapat mengabdi secara lansung di kampung halaman. Sementara itu, kurang nya sumber buku yang tersedia di kampung halaman dan pengurusan PLK menyebabkan ia mau tidak mau mesti balik ke Padang. "Kelebihannya dapat mengabdi untuk kampung sendiri. Namun kekurangan nya, sumber buku yang minim dan pengurusan PLK mengharuskan balik lagi ke Padang," terangnya, Senin (03/8).
Namun, hal ini tidak berlaku untuk Mahasiswa Jurusan PGSD TM 2017, Septia Mirwanda. Ia tetap harus melakukan PLK di Padang meskipun berdomisili di Jambi. Hal ini disebabkan karena tuntutan persyaratan PLK yang mengharuskan nya memiliki tim minimal berjumlah lima orang dalam satu sekolah. "Persyaratan PLK harus memiliki tim minimal berjumlah lima orang di sekolah, jadi, kami yang di kampung ini mengambil di Padang" ujarnya, Senin (03/8).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Program Pengalaman Lapangan, Dr. Sukardi, M.T menjelaskan bahwa untuk PLK tahun ini, sesuai dengan keputusan Meteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 15 juni 2020. Daerah yang mengalami pandemi Covid-19 dan belum memasuki daerah zona hijau, tetap harus melaksanakan protokol kesehatan dan dilaksanakan dengan tiga alternatif. "Yang pertama, tatap muka, tetapi diatur. Yang kedua, berbasis elektronik, seperti membuat bahan ajar atau modul dan nanti di akses melalui perangkat. Ketiga, itu tatap maya. Seperti memakai aplikasi media sosial zoom. Berarti balik lagi ke daerah masing-masing," jelasnya, Selasa (04/8)
Lalu, terkait masalah pengurusan kuliah dan sebagainya yang mengharuskan mahasiswa untuk ke Padang, itu tidak dibenarkan oleh pihak Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjamin Mutu UNP. Sukardi menuturkan bahwa semua sudah berbasis daring atau online, jadi mahasiswa bisa memanfaatkannya dengan baik.
Sementara itu, untuk PLK tahun ini, Sukardi menjelaskan bahwa ada dua skenario yang akan dijalankan. Jika bisa kembali seperti biasa, itu kampus yang menetapkan sekolah beserta persyaratan nya. Namun, di masa pandemi ini, hal tersebut tergantung pada wilayah tempat tinggal masing-masing mahasiswa. "Jika mahasiswa tidak melaksanakan di daerah masing-masing, itu masalah individual nya, bukan masalah dari program. Karena di program itu sudah berbasis tempat tinggal," jelas Sukardi
Komentar (0)