Membludaknya jumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) yang diwisuda pada 8 Oktober lalu menimbulkan tanda tanya di kalangan mahasiswa. Pada wisuda ke-92 tersebut FIK berhasil mewisuda 1.170 orang mahasiswa. Hal ini menyebabkan jadwal wisuda berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (8-9/10), karena Gelanggang Olahraga (GOR) UNP tak mampu menampung jumlah peserta yang hadir.
Beberapa mahasiswa meragukan FIK yang telah meluluskan mahasiswa sebanyak itu. Seperti yang diungkapkan salah satu mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris TM 2007, menurutnya jarak waktu yang singkat dari Juli-Oktober tersebut tidak mungkin bisa meluluskan seribu lebih mahasiswa untuk ujian kompre. "Kok bisa secepat itu?" ungkapnya heran, Jumat (2/12). Selain itu, ia juga meragukan penyaringan judul skripsi dari mahasiswa oleh dosen pembimbing.
Hal berbeda diungkapkan Vivi Yanti, mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi TM 2006. Banyaknya jumlah mahasiswa FIK yang diwisuda pada Oktober lalu, baginya masih dalam batas kewajaran. Tergantung kebijakan fakultas dalam mengelola mahasiswa yang akan diwisuda. Lebih lanjut Vivi menjelaskan, sistem perkuliahan FIK yang lebih banyak praktik daripada teori bisa saja membuat mahasiswa selesai lebih cepat. "Berbeda dengan fakultas lain yang memang mendalami teori," jelasnya, Jumat (18/11).
Senada dengan Vivi, Iing Supandi, mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi TM 2007 juga tidak meragukan hal tersebut. Meskipun tidak paham dengan kebijakan fakultas dalam meluluskan mahasiswanya, Iing yang juga tengah sibuk bimbingan skripsi ini, menjelaskan bahwa untuk bimbingan, mahasiswa dapat menghubungi dosen pembimbing kapan saja. "Kapan saja jika ada kesulitan, kami bisa menelepon dosen," terangnya, Jumat (18/11).
Ketika ditemui di ruangannya, Pembantu Dekan I FIK, Drs. Syafrizar, M.Pd., menjelaskan tidak semua mahasiswa yang diwisuda pada Oktober lalu itu murni dari FIK. Sebanyak 405 orang adalah mahasiswa transfer dan 212 orang merupakan mahasiswa hasil kerjasama dengan Universitas Negeri Riau (UNRI). "Aneh juga kalau sebanyak itu," tegasnya, Jumat (2/12). Lebih lanjut Syafrizar menjelaskan, dalam urusan akademik FIK selalu berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada mahasiswa. Setiap awal semester, FIK mengadakan bimbingan khusus bagi mahasiswa yang akan menulis skripsi. Beberapa dosen ditunjuk untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa tentang penelitian dan cara-cara meneliti yang baik. Pembekalan ini akan diadakan kembali jika mahasiswa menemukan kendala dalam penelitianya
Komentar (0)