Selama bimbingan pun Syafrizar mengaku tidak membatasinya kepada mahasiswa. Seperti yang diujarkan Dekan FIK, Drs. Arsil, M. Pd., antara dosen dengan mahasiswa sudah layaknya orang tua dan anak. "Bagaimana mungkin saya akan mempersulit mahasiswa saya," ujarnya, Jumat (2/12). Menurutnya, kesulitan dalam menemui pembimbing adalah salah satu faktor yang membuat mahasiswa terlambat untuk diwisuda. Di FIK, secara intensif bimbingan tetap dilaksanakan. Bahkan ketika dosen berada di luar kota, bimbingan tetap berlangsung melalui email. "Tidak ada yang dipersulit, namun aturan akademis tetap berlaku," jelasnya, Jumat (2/12).
Dalam ujian kompre, FIK berusaha untuk lebih awal dibandingkan jadwal yang telah ditetapkan universitas. Sayfrizal menerangkan jika pembimbing telah menyetujui mahasiswa untuk ujian kompre, pihak jurusan akan segera mengatur jadwal. Sekalipun pada awal semester, ujian kompre akan dilaksanakan asalkan pada semester sebelumnya mahasiswa telah selesai bimbingan. "Kalau bisa cepat, kami lakukan," ujarnya, Jumat (2/12). Namun di samping itu semua, lanjutnya, motivasi mahasiswa dalam penulisan skripsi tetapi menjadi kunci utama untuk tamat lebih cepat. Aai
Komentar (0)