Belajar dari cara Bung Hatta, tambahnya dalam menyelesaikan insiden 3 Maret 1947 merupakan salah satu langkah yang mestinya ditiru pemerintah saat ini dalam menyelesaikan konflik Papua. Adanya pembagian tugas yang jelas antara Bung Hatta (wakil presiden pertama) dan Soekarno (presiden pertama) menjadi kunci keberhasilan. Ketika itu, hatta memilih untuk tinggal di Sumatera dan Soekarno tetap berada di pusat. Selama satu tahun di Sumatera, Hatta mengadakan pertemuan dengan pemimpin teras Sumatera di Bukittinggi. Alhasil, Negara Kesatuan Republik Indonesia diterima sepenuh hati di Sumatera. "Hatta mengajarkan kita untuk menyesuaikan kata dengan perbuatan, dan berikanlah perhatian sepenuhnya dalam menyelesaikan konflik yang terjadi," ujar Mestika.
Menurut Kepala PKSBE, Prof. Dr. Mestika Zed, salah satu tujuan PKSBE mengangkat diskusi publik ini adalah bercermin kepada kerja keras para pendiri bangsa Indonesia dulunya. Dengan semangat dan kerja keras mereka, bangsa Indonesia yang awalnya terpecah mampu bangkit dan merdeka. Itulah yang diharapkan untuk mengatasi konflik yang ada di Papua. Semua masyarakat Indonesia harus mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan konflik yang ada dalam usaha menajaga kesatuan NKRI. "Wujud sebuah kepedulian dari PKSBE untuk konflik yang sering terjadi di Papua," tutupnya, Jumat (14/10).Zolla*
Komentar (0)