Sekitar lima menit aku duduk, aku melihat empat pemain timnas yang keluar dari lift. Mereka adalah kapten timnas Egi Melgiansyah, Kurnia Mega, Endro, dan satu lagi aku tidak tahu namanya. Melihat postur tubuhnya, dia merupakan pemain dari Papua. Masing-masing dari mereka mengenakan celana pendek sedengkul, dan kaos oblong. Dengan memberanikan diri–dan masih merasa grogi , aku memberanikan diri menyapa mereka yang sedang asyik bercanda. Setelah tepat bearada di depan para pemain muda itu, aku langsung diajak bercanda sama mereka. Dia adalah kapten Timnas U23 Egi Melgiansyah yang memulai. "Silahkan mau pesan apa mas?" katanya sambil memperagakan layaknya seorang pelayan hotel. Gurauan itu sedikit mencairkan suasana hatiku yang dari tadi merasa grogi.
Lalu aku pun mengutarakan maksud dan tujuan kedatanganku, yaitu bertanya-tanya sedikit dan minta foto bareng dengan mereka. Setelah mengutarakan maksud dan tujuan aku, mereka pun sontak tertawa bareng. Sepertinya mereka tidak mau aku tanya-tanyai. "Dia saja mas, dia ini kapten," kata penjaga gawang Kurnia Mega sambil menunjuk kearah Egi. "Jangan aku mas, aku bukan kapten kok!," tolak Egi. Lalu mereka mengajak aku duduk ditempat yang aku duduki tadi.
"Nih, dia saja mas. Dia ini pemain Semen Padang loh!" kata Mega menunjuk kearah belakangku.
Rupanya pemain yang baru direkrut Semen Padang, Abdul Rahman yang baru keluar dari lift dan bermaksud gabung duduk dengan yang lainnya. Senyum pemain tinggi berkulit putih ini, sontak menghilangkan rasa cemas yang aku rasakan. Cemas karena sepertinya aku gagal mengajak pemain timnas "ngobrol". Akhirnya benar saja, pemain bernomor punggung 28 ini menyalami aku, dan mengajak aku duduk terpisah dari rombongan yang lain. Sebelah kiri ku terdapat deretan sofa yang kosong dengan warna dan bentuk yang sama seperti yang aku duduki tadi. Lalu kami duduk berdua di sana sambil bercerita.
Pemain kelahiran Makassar ini rupanya sangat senang bisa bergabung dengan tim Urang Awak. Selain Semen Padang merupakan tim papan atas di Liga Indonesia, eks pemain Pelita Jaya ini juga kagum dengan supporter Semen Padang yang fanatik. Dia juga mengatakan kalau dia akan berusaha semampunya untuk membawa SP menjadi juara Liga. "Tentu harapan saya dan semua pemain membawa SP juara Liga, dan saya akan memberikan kemampuan terbaik saya nantinya," ujar pemain yang murah senyum ini.
Suara alunan musik yang diputar dengan pelan di lobby hotel itu, menemani pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulutku. Dan dengan senyum yang tak henti mengembang, pemain yang berposisi sebagai stopper ini menjawab semua pertanyaan yang aku ajukan. Hingga tak terasa sampailah pada pertanyaan yang terakhir tentang keinginan Rahman kedepan sebagai pesepakbola professional. Dengan senyum yang lebih lebar Rahman menjawab kalau dirinya akan tetap semangat membela Negara, dan akan tetap menjaga profesionalitas sebagai pemain sepakbola. "Selagi masih diberi kepercayaan untuk membela Negara, saya akan tetap menjaga nasionalisme dalam diri dan beusaha memberikan yang terbaik," jawab pemain yang pernah bergabung dengan team Asean Eropa di Thailand itu
Komentar (0)