Wadah Pengkajian dan Pengembangan Sosial Politik (WP2SOSPOL) Universitas Negeri Padang (UNP) rencananya menggelar diskusi terbuka bersama rektor mengenai sistem stiker parkir, Jumat (8/9) lalu. Sayangnya, karena isu demonstrasi, diskusi tersebut batal dilaksanakan. Diskusi serupa akan digelar dalam dua minggu mendatang.
Muhammad Rizqy Kholik selaku Kepala Divisi Riset Politik WP2SOSPOL menjelaskan bahwa, diskusi bersama rektor dilatabelakangi oleh kegelisahan WP2SOSPOL mengenai kebijakan sistem stiker parkir. Kebijakan tersebut, dinilai kontroversial karena menuai pro dan kontra, bahkan di kalangan internal WP2SOSPOL.
WP2SOSPOL pun sudah melakukan diskusi sesama anggota. Di WP2SOSPOL, terdapat sebuah divisi bernama Riset Politik yang salah satu tugasnya mengkaji setiap kebijakan kampus. Diskusi internal di kalangan WP2SOSPOL dilakukan sebanyak empat kali. "Menurut anggapan anak WP2SOSPOL, kebijakan itu dinilai prematur," ujarnya, Rabu (13/9).
Rizqy menceritakan, pada diskusi internal terakhir, WP2SOSPOl mengambil sikap untuk menggelar diskusi terbuka bersama rektor. Diskusi terbuka itu, rencananya digelar di depan Gedung Terpadu UNP, Jumat (8/9). Persiapan pun telah dilakukan sehari sebelum acara. Undangan juga telah disebarkan ke seluruh organisasi mahasiswa (ormawa) selingkungan UNP.
Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D., pun sudah menyampaikan kesediaannya untuk hadir. Diskusi terbuka digelar dengan tujuan agar mahasiswa yang bukan aktivis tertarik untuk mengikuti. Dalam bayangan awal Rizqy, diskusi terbuka akan berlangsung meriah dan diikuti antusias oleh ratusan peserta.
Acara rencananya dilaksanakan pada sore hari. Untuk menyosialisasikannya, pada siangnya, sejumlah anggota WP2SOSPOL berkeliling kampus dengan sepeda ontel. Lewat TOA, mereka mengajak mahasiswa untuk ambil bagian menjadi peserta diskusi.
Rizqy mengatakan, pada pukul sepuluh pagi, pihak rektorat menyampaikan bahwa rektor dapat hadir. Akan tetapi, ketika dikonfirmasi kembali pada siang harinya, pihak rektorat mengatakan yang akan menghadiri diskusi adalah Wakil Rektor (WR) III, Prof. Dr. Ardipal, M.Pd..
Rizqy masih ingat, pada pukul empat sore, Ardipal datang dengan menggunakan mobil. Jumlah peserta yang hadir berjumlah ratusan.
"Yang membuat kami kecewa, Bapak WR III datang menggunakan mobil melintasi Gedung B Integrated Classroom. Sayangnya, beliau tidak turun ataupun berhenti menyapa kami yang ada di sana. Bahkan, tidak menurunkan kaca mobil," katanya
Komentar (0)