Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan peserta diskusi mengapa Ardipal langsung balik ke rektorat. Merasa heran, Rizqy bersama Ketua Umum WP2SOSPOL, Fakri Marsal, pergi mendatangi rektorat.
Petugas keamanan yang berada di lantai satu saat itu mengatakan bahwa ada mahasiswa yang akan melakukan demonstrasi. Rizqy dan Marsal berhasil menemui Ardipal untuk menjelaskan bahwa isu demonstrasi itu tidak benar.
Rizqy dan Marsal menjelaskan kepada Ardipal bahwa WP2SOSPOL hanya ingin mengadakan diskusi terbuka. "Tanggapan dari WR III. 'Ya, bagus itu. Saya mau ke sana lagi,'" kata Rizqy. Akhirnya, Ardipal pun kembali ke tempat diskusi untuk kedua kali.
Meski Ardipal sudah berada di lokasi acara, diskusi terbuka tetap tidak jadi dilaksanakan. Selain Ardipal, di tempat diskusi, ada juga pembina WP2SOSPOL, Dr. Junaidi Indrawadi, S.Pd., M.Pd.. Keduanya menganggap diskusi terbuka tidak bisa dilaksanakan.
Berdasarkan berita ganto.co, 8 September lalu, Junaidi mengakui bahwa dia tidak mengetahui adanya acara tersebut. Dia pun menyarankan agar diskusi digelar di ruang tertutup. Alasannya, supaya elok saja dilihat. "Masak ketika Rektor berbicara di depan, ada mahasiswa yang lalu-lalang di jalanan. Itu kurang bagus," ujarnya.
Alasan lain, ditakutkan ada wartawan yang tidak bertanggung-jawab yang mengambil foto lalu menuliskan hal yang tidak baik. "Misalnya, mahasiswa UNP demo karena sistem parkir. Kan tidak bagus juga," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Ardipal. Diskusi sebaiknya digelar di ruang tertutup seperti Auditorium, dan dihadiri oleh perwakilan ormawa dan mahasiswa biasa yang memang paham masalah sistem stiker parkir ini. "Kalau perlu saya yang akan menandatangani surat undangan tersebut," katanya.
Peserta pun kecewa karena diskusi tidak jadi dilaksanakan. WP2SOSPOL akan menagih janji Ardipal untuk mengadakan diskusi di Auditorium. Rizqy mengatakan bahwa, tujuan diskusi ini yaitu untuk melatih jiwa kritis mahasiswa atas setiap kebijakan yang ada di kampus.
Dia menyanyangkan tidak adanya sosialisasi dari pihak kampus atas kebijakan ini. Melalui diskusi ini, pihak kampus bisa memberikan tanggapan dan klarifikasi terkait kebijakan ini.
Setelah diskusi bersama Rektor batal dilaksanakan, WP2SOSPOL menggelar diskusi bersama perwakilan ormawa dan mahasiswa di Lantai 1 Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa. Jumlah yang hadir mencapai ratusan. Diskusi tersebut membahas tentang kebijakan sistem stiker parkir di UNP.
Ada peserta yang menganggap kebijakan ini memiliki sisi positif dan negatif. Ada pula peserta yang menolak sistem stiker parkir ini, sebab dianggap terlalu prematur dan bermasalah dalam penerapannya di lapangan. Diskusi digelar sampai pukul enam sore.
WP2SOSPOL menunggu etikad baik dari pihak kampus mengenai kapan dan di mana diskusi bersama rektor akan dilaksanakan. Pembina WP2SOSPOL akan membicarakan hal ini dengan WR. Dia mengharapkan, diskusi bisa dilaksanakan dalam minggu ini atau paling lambat minggu depan
Komentar (0)