Boy Candra merupakan seorang penulis produktif. Buku kesembilannya, Sebuah Usaha Melupakan (SUM), merupakan buku terbarunya yang telah terbit. Buku ini telah beredar di toko buku Gramedia seluruh Indonesia pada awal Juni ini.
"Secara umum, intinya, sama halnya dengan standar buku cinta yang lain, buku ini tentang hal-hal jatuh cinta, tentang mempertahankan hubungan, tentang kebimbangan, tentang pengkhianatan, sampai akhirnya ia pulih lagi. Jadi, itu kumpulan perenungan saja sebenarnya," jelas Boy saat berkunjung ke Sekretariat Surat Kabar Kampus Ganto Universitas Negeri Padang, Kamis (2/6).
Lebih lanjut, Boy menjelaskan bahwa buku, yang bergenre nonfiksi, ini ditulis dengan teknik yang ditemukannya sendiri. Tiap-tiap tulisan hanya terdiri atas empat paragraf. "Jadi, lebih pendek dari cerpen, dan lebih panjang dari flash fiction," imbuh pria kelahiran 21 November 1989, Malalak Selatan, Sumatra Barat ini.
Berdasarkan riset yang dilakukannya pada 2013, minat baca generasi muda Indonesia rendah sekali. Mereka belum sanggup membaca buku-buku tebal dan "berat". "Makanya, saya ciptakan teknik baru, biar anak muda lebih banyak membaca," jelasnya
Komentar (0)