Aku berlari menjumpai fajar
Igin berjumpa walau sebentar
Melihat kuncup merahnya mekar
Pendarannya yang menenteng sinar
Memikirkan itu membuatku bergetar
Aku berjalan berteman sunyi
Seolah tahu hangat mentari ikut menemani
Sinarnya begitu akrab menari-nari
Bujuk rayu akan terik nanti yang membakar diri
Ah, pandainya kau mentari, bagaimana bisa membenci
Kali ini waktunya senja tiba mewarna angkasa
Aku melihat jingganya bergelayut manja
Ia begitu pandai membawa aura nostalgia
Aku saja dibuat tertegun oleh sulap lembayungnya
Begitu caramu menjebak manusia ya senja
Saat ini tiba, rahasiaku Si pemburu kelam
Pengagum sang gulita permata malam
Aku Si pencinta ketenangan dari berbintang pualam
Tak bosan, meski terperdaya rayunya agar netra terpejam
Kau memang Sang malam dengan keindahan sulam hitam
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!