Mati
Kemarau dan setelahnya hujan
Begitu Tuan, semua bermuara sama
Mereka singgah
Mereka pergi
Mereka hilang
Ruang ekspresi seni dan kebudayaan. Menampilkan cerpen, puisi, esai budaya, dan karya sastra lainnya dari mahasiswa dan penggiat literasi.
Kemarau dan setelahnya hujan
Begitu Tuan, semua bermuara sama
Mereka singgah
Mereka pergi
Mereka hilang
Sinar purnama di balik semburan malam
Tetaplah ia tersenyum kecut
Menegadah kepada malam yang berkutat pada kegelapan
Sebait sendu di balik pintu
Tanya saja atau gitar tuanya usang
Minor maupun mayor terdengar sama
Maafkan aku, ibu
Toga biru ini hanya kutitip pada nya
Pada bunga-bunga yang kini mulai layu
Diatas pusara
Dalam sebait nada dibalik pintumu
Wahai shafir, terpuji kau dalam anggun
Rengkuh kuasa dan katup langit dalam pintal jaringmu
Dimataku kau hanya batu
Hai batu
Tolong lepaskan kait sayapku dari lubang lumutmu
Langit abu-abu
Tujuh huruf terangkai di landasan hitam
Gelap
Berbau wangi dirapuhnya fajar
Menyerbak mengungkung sang hitam
Langit abu-abu
Tujuh huruf merangkai zikir
Menyerukan dendam di terang surya
Menghilang, tenggelam, mati
Sekarang cerita berulang
lagu lama kembali berdendang
babi membuta atau senapan menggerasau lapas
dan persis cerita lama
yang berkuasa menang.
Tangan yang tak lengkap menyapu kabut
Pada kaca-kaca yang menempel tadi siang
Rindu itu menyatakan kembali pulang
Mendekap dan melengkapi genggaman.