Sastra & Budaya

Ruang ekspresi seni dan kebudayaan. Menampilkan cerpen, puisi, esai budaya, dan karya sastra lainnya dari mahasiswa dan penggiat literasi.

Resensi • Oleh: Novarina Tamril

Tak Ada Kata Menyerah untuk Sebuah Kebaikan

Judul : Sokola Rimba Penulis : Butet Manurung Penerbit : Kompas Media Nusantara Tahun terbit : Kedua, Oktober 2013 Tebal : 348 hlm Jengong mikay usik-usik adat kami!Begitulah bentak seorang nenek pada Butet Manurung ketika ia hendak mengajar di rimba Bukit Dua Belas,...
31 Dec 2013 • 1635 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Ratih Sophia Lestari

Tak Terjamah

Nelangsa memang Ketika harap tak kian berbuah Membusuk di relung akar nan perlahan mati Bertengger bersama ulat bulu Berkalbu di sudut petang tanpa arti Risau tak kunjung terjamah oleh waktu Sipit itu tak jua peka Akan rasa yang melalangbuana tak berarah Padahal, namanya tertumpu di usus-usus otak Menghimpit memori nyata Mengusik setiap serambi...
30 Dec 2013 • 1173 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Sri Gusmurdiah

Tidak Berarti

Kutemukan tubuh kaku di balik purnama senja Dia tidak mati, tapi malang Dia masih bernafas, tapi sayang Senyumnya terpoles dari bibir tanpa darah Tertunduk menyembunyikan muramnya Muram yang sudah menjadi kawan hidup Semenjak siang tak lagi menemani Semenjak itu, ia mati Semenjak malam tak sanggup lagi menuai...
30 Dec 2013 • 1200 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Evan Saputra

Aku Keramaian

jangan mendekat… berjalanlah menjauh… sejauh-jauh hingga mata buta memandang… aku ingin sendiri… haruskah tutup telinga agar tak ada suara yang kudengar… hanyan suara ruang hampa… kuberlari ke padang pasir… menonton raga ini sendiri… kuputuskan tak terjemah hanya...
30 Dec 2013 • 1092 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Suciani Liniswanti

Sajadah 2/3 Malam

Tersirat harap dalam lubuk yang tak mudah terungkap Terbingkai oleh sajadah dan tawadhu’ kerendah hati Kudengar nada-nada syahdu yang menggetarkan kalbu Terkadang terasa menusuk Tapi,,, Terselip namaku di antara helaan nafasnya Kini… aku tersentak… meraung di antara kabut yang bergumpal menapaki jalan yang tak berujung Terjal …....
30 Dec 2013 • 1168 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Yokie Rahmatughafur

Arti

Ketika pegangan lepas Tak mengetahui apa-apa yang ada Sampai pada tempat berikutnya Terombang ambing dengan kehidupan air Air yang saling beriak Digerakkan angin yang berjalan kesana kemari Lalu menggerakkan ke tepi ditempat jauh Jauh yang tidak diketahui Terkadang jalan menghadang, terkadang melancarkan Ia membuat semakin cepat atau...
30 Dec 2013 • 1205 hits Baca Selengkapnya →
Catatan Budaya • Oleh: Media Rahmi

Prematur

Anda mungkin pernah mendengar kata prematur. Malahan sering sekali, mungkin. Jika mendengar kata prematur, maka spontan akan terbayang bayi yang lahir sebelum waktunya. Bayi yang masih lemah dan susah untuk bertahan hidup. Butuh bantuan dan perawaan khusus untuk membuatnya tetap bertahan. Kata prematur sendiri dalam KBBI berarti pradini atau belum...
30 Dec 2013 • 3893 hits Baca Selengkapnya →
Cerpen • Oleh: Rafdisyam

Menembus Waktu

"Keluar! Keluar dari rumahku!" Rani melempar kepalaku dengan keranjang sampah yang pernah kubeli, bahkan satu-satunya pembelianku di rumah itu. Aku terdiam tak berkutik. Bahkan untuk menghindar saja aku tak mampu. Ruang tamu pun ikut memanas. Aku tersudut tak berdaya. "Abang jangan pernah kembali lagi. Sudah cukup. Tinggalkan kami berdua! Abang...
30 Dec 2013 • 2372 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Robby W. Riyodi

KOTA LELAKI

Dia adalah lelaki yang menimpal hujan, tameng kesatria pedang, rompi baja seukuran badan cavaleri dan busur-busur panah. Lelaki yang membaluti tubuh kekasihnya dengan doa dan rosario. Mantel besi yang akan utuh menjaga sebuah kerinduan. Sebab hujan kemudian adalah pacak-pacak darah di dalam dada, luka serpih yang jaga pada tiap kilo meter...
07 Dec 2013 • 1345 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Robby W. Riyodi

KEKASIH, LELAKI DAN WAKTU

Sebab,dia adalah lelaki yang menimpal bebal waktu, menyebab kilau mata pedangmenjitu busur menancap dalam, Ia kekalkan tubuh kedalam pipih luka leherdan cabik pinggang kiri itu masih menyimpan lebih rusuk, kelak hati seorang akan menyangkut seperti sembuh luka atau lepuh karat yang melepuk utuh besiDahulu,jauh dari mana sebuah kerinduan berawal...
07 Dec 2013 • 1271 hits Baca Selengkapnya →