Sastra & Budaya

Ruang ekspresi seni dan kebudayaan. Menampilkan cerpen, puisi, esai budaya, dan karya sastra lainnya dari mahasiswa dan penggiat literasi.

Resensi • Oleh: Fitri Aziza

Berita Tidak Berimbang dan Penyebnya

Judul : 50 Tanya-jawab Tentang Jurnalistik Penulis : Agus Sudibyo Penerbit : PT Gramedia Cetakan : I, Desember 2013 Tebal : Xx + 206 Halaman Beberapa bulan lalu masyarakat dibuat geger oleh salah...
14 May 2014 • 3169 hits Baca Selengkapnya →
Resensi • Oleh: Liza Roza Lina

Mengulik Sejarah Lekra

Judul : Seri Buku Tempo: Lekra dan Geger 1965 Pengarang : Tempo Halaman : 150 halaman Penerbit : PT Gramedia Tahun Terbit : Januari, 2014 "Lekra lahir atas keprihatinan seniman terhadap Indonesia yang pada...
14 May 2014 • 4525 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Risnawati

Rumah Tua Kita

Rumah ini rumah kita Rumah kau, rumahku, rumah tua Tak ada lagi tebar harum kenangan, terganti kelopak kamboja Rumah kita rumah tua Tak ada canda, berwarna kelabu duka rumah tua rumah kita kita di rumah kita tua kita tua di rumah tua pulanglah ke rumah tua orang tua agar kelak kita tua bersama di rumah tua orang tua...
14 May 2014 • 1397 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Ermiati Harahap

Bulan Sabit di Wajahnya

Suara lonceng kudengar sendu

Kaki mungil mendekat ke arahnya

Dia seolah ingin bercerita

Mengisyaratkan pesan penuh makna

Dia datang membawa ceria

Gadis kecilku yang manja

Ada hal yang tak pernah luput darinya

Bulan sabit di wajahnya.

14 May 2014 • 1187 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Evan Saputra

Surat Untuk Tuhan

Tubuh terikat untuk siapa? Hati ini terikat untuk siapa? Apa harus kupersembahkan untuknya? Semua atau separuh untuk Dia Masih ‘ku bingung berkain putih Tanya surga, semua milikMu kah? Neraka menjerit, dia mau bagian Hampir separuh berdarah setan Aku payah, tak bisa...
14 May 2014 • 1207 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Vera Yani Okta Martika

Ruang-ruang yang Beda

Di sana bungkuk Di sini berserak Di sana merangkak Ruang-ruang yang beda Didengar tak bersuara, tapi menjawab Dilihat tak tampak, tapi berkedip Di sini mengemis Di sana meringis Di sini pucat Di sana loncat-loncat Ruang-ruang yang beda Kenapa? Karena di sana penguasa semakin berkuasa, dan pengikut semakin mengikut Pembesar...
14 May 2014 • 1117 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Doni Fahrizal

Guru Mati

Tajam dan jahat Gelap mata mengharap purnama di langit siang Ia melangkah, berisik, cepat, dan berat Menapak ubin dengan sepucuk api "Dor" Satu jatuh Kesakitan, lalu mati Yang lain memekik dan berlari "Dor" Satu wanita jatuh, bersimbah darah, tak berdenyut Dia...
14 May 2014 • 1108 hits Baca Selengkapnya →
Cerpen • Oleh: Novi Yenti

Jodoh Keempat

"KUA-nya sudah datang!" sorak Janang dari ruang tengah. Pengantin laki-laki sudah duduk di atas kapuk lusuh berlapis kain panjang. Kopiah hitam berenda melingkar di kepalanya. Bukan untuk menutupi uban, namun karena tuntutan adat. Selain itu juga terpasang songket, kemeja putih, jas, dan lokak . Stelan muda benar gayanya. "Angku sudah siap?"...
14 May 2014 • 2740 hits Baca Selengkapnya →
Catatan Budaya • Oleh: Meri Susanti

Padi

Padi tumbuh tak berisik. (Tan Malaka) Ia sedang tumbuh, bergerak menuju perkembangan. Menikmati proses dari kesejajaran sebuah peradaban maju. Segala hal diupayakan demi menunjukkan eksistensi diri. Tumbuh dan berkembangnya manusia bagai sebuah tanaman padi. Sebuah proses yang matang untuk mencapai tujuan tertentu. Tak menimbulkan keresahan bagi...
14 May 2014 • 7128 hits Baca Selengkapnya →