Sastra & Budaya

Ruang ekspresi seni dan kebudayaan. Menampilkan cerpen, puisi, esai budaya, dan karya sastra lainnya dari mahasiswa dan penggiat literasi.

Puisi • Oleh: Dedek Wiradi

Tangisan Bulan

Sejak lima tahun yang laluTerjadi sengketa pemboyong malapetaka, ia hadir dalam bisik-bisik, luka membiru.Hujan di atas makam bulan durjana,Warna merah padam, suramBeribu bala jingkrak-jingkrakMenabung isak; menyerbu atma, luka-lukaMereka berlarian ke sudut-sudut rumahMenggerogoti daksa nan kian hasai, kacau balauLalu kini bulan terbelah...
20 Dec 2022 1224 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Dolla Afriani

Metamorfosis

Aku akan bermetamorfosisUlat buruk itu akan berubahMenjadi kupu-kupu jelitaDuri kaktus itu akan berbungaTundukkan pandanganSebagaimana biasanyaSederhanakan senyumanSebagaimana biasanyaPertahankan prinsip hidupSelalu yakin akan takdir ajaib-NyaBerhentilah dari masa lalu ituDan pandanglah masa...
16 Dec 2022 1628 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Sucy Putri Mayu

Baru Kemarin

Rasanya baru kemarinBerkendara dengan motor plat BADiguyur hujan tanpa aba-abaBensin pun habis di simpang tigaRasanya baru kemarinSedih beruntun menyapaKenyataan menyayat lukaTak jua terjawab mengapaRasanya baru kemarinKuhadapi dengan senyum getirMenghadang kesialanMerubah kemalangan menjadi keberuntunganRasanya baru...
16 Dec 2022 1627 hits Baca Selengkapnya →
Cerpen • Oleh: Adinda Ardhia Salsabila

Karbak 85

Aku bahagia bisa tinggal di gang yang dihuni dari berbagai suku, agama, dan ras. Meskipun ada saja pasal (masalah) kutemui di gang rumahku, tapi kami semua hidup rukun dan damai serta saling menolong. Nama gangku "karbak" dan kisah ini terjadi di tahun 85-an, di manaserial unyil jadi tontonan favorit.Gang tempatku tinggal tidak terlalu kecil...
13 Dec 2022 2761 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Ratna Sari Novita

Agaknya Setiap Waktu adalah Kegelapan

Sambekala menyongsong gelita nan sejak tadi menunggu jingga terlelap dalam samuderaPenantian agar kudapatkan belaian kasih dari jemari nan telah rintih termakan bayaUsapan kasih nan selalu sudi mengobati penat kala pagi hingga kepetangMenyemai lelah jadi bahagiaMerubah sakit jadi sehatSungguh luar biasa sihir cinta nan tulus dari lubuk...
10 Dec 2022 982 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Aditiawarman

Merangkai Awan Menyulam Badai

Setitik nila dalam bejana nirwana Memporak-porandakan bias sinaran Tiba-tiba setiap umat merasa bak pahlawan berlipat nyawa, Padahal hanya menunduk di balik perisai seolah melawan. Mereka mengecam, padahal secarik nasib menjadi bulan-bulanan derita. Bersembunyi di balik reruntuhan peduli, padahal hanya memendam ketakutannya. Atas nikmatnya...
07 Dec 2022 1064 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Febyuhanedi

Pesan Siaran

Coba lihat dan berkatalah! Melihat bumi antah-berantah Sudah goyah dengan warganya Matahari saja ogah berpose seperti biasa Pak Kades masih berjalan ke rumah biduan Ibu Dewi masih pergi ke pasar Mencicipi wajah penjual sayuran Pak Toha, dipanggil istrinya tidak menyaut Masih mencintai istri...
23 Nov 2022 1198 hits Baca Selengkapnya →
Resensi • Oleh: Muhammad Taufik

Paranoia dan Ketakutan yang Mencekam

Judul :ParanoiaGenre :ThrillerRilis :11 November 2021Durasi :102 MenitSutradara :Riri RizaProduksi :Miles FilmsPemeran :Nirina Zubir, Nicholas Saputra, Caitlin North-Lewis, Lukman SardiPandemi COVID-19 yang terjadi sejak tahun 2020 menciptakan berbagai kondisi di masyarakat seperti putus asa, depresi, takut, cemas, hingga stres. Paranoia,...
17 Nov 2022 1978 hits Baca Selengkapnya →
Cerpen • Oleh: Kurnia Sandi

Tanpa Rasa

"Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik," rintihnya sedih melihat Joko yang sudah tidak berdaya dengan wujud tubuhnya yang terpisah ruah.Seorang bujang yang menemukan ketidakadilan di desa dan memutuskan merantau ke kota. Tujuannya bukan untuk menghindar dari ketidakadilan yang ditinggalkannya, melainkan melihat dan mengamati...
12 Nov 2022 1478 hits Baca Selengkapnya →
Puisi • Oleh: Ilhan Erdeannda

KARMA

Tak-tak-tak Gemersik jarum jam Seakan tak ingin tunduk pada sang pungguk Hembusan hawa panas Menyeruak dalam sanubari seakan telah mati Mati dikebiri oleh bibir tak manusiawi Bibir yang kini malah terpaut antara hidup dan maut Hahahaha hahaha Entah kenapa saloka tawa terasa nikmat kiranya Jemari semula merenggang kini...
11 Nov 2022 1510 hits Baca Selengkapnya →