Gedung Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Negeri Padang (BAAK UNP) dipindahkan. Gedung tersebut dipindahkan ke Gedung Rektorat lama yang masih dalam tahap renovasi. Kepala BAAK UNP, Azhari Suwir, S.E., menegaskan walaupun masih dalam tahap renovasi, hal ini tidak akan mengurangi nilai pelayanan yang diberikan oleh pihak BAAK kepada seluruh mahasiswa UNP. "Kami mengusahakan agar pemindahan ini tidak menjadi sebuah kendala dalam pelayanan," tuturnya, Kamis (22/5).
Pemindahan yang dilakukan sejak awal Mei ini secara resmi belum diinformasikan kepada mahasiswa dan civitas akademika UNP. Walaupun demikian, pihak BAAK telah menginformasikannya melalui pesan yang ditempelkan di gedung BAAK lama sebelum gedung tersebut dirobohkan. "Informasi ini secara resmi akan disampaikan melalui web," jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Ketika ditanya mengenai kendala yang dihadapi selama beraktivitas di gedung rektorat lama, pria yang akrab disapa Eri ini mengaku sejauh ini tidak ada kendala. Begitu juga halnya saat disinggung mengenai kenyamanan selama bekerja di gedung baru BAAK. "Kenyamanan menurut saya hal yang relatif karena tergantung kepada orang yang menempatinya," terangnya.
Hal yang menjadi penyebab dipindahkannya BAAK ke gedung rektorat lama ini yaitu karena akan dilaksanakannya pembangunan besar-besaran di UNP. Dimana pihak UNP telah melakukan penandatanganan kontrak kerja sama dengan Islamic Development Bank (IDB) yang berpusat di Jeddah, Saudi Arabia. Diantara bangunan-bangunan yang akan dibangun tersebut yaitu gedung University Center, Auditorium, Integrated Laboratory, Teacher Professional Training Center, Student Center, Bussiness Center, dan Integrated Classroom.
Jaya Nasa Perta, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni UNP mengaku mengetahui mengenai pemindahan gedung BAAK ke rektorat lama. "Saya tahu informasi tersebut ketika menemani kakak mengurus sesuatu di BAAK," tutupnya, Senin (14/7). Khadijah
Komentar (0)