Program studi/jurusan di selingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) dilarang melakukan pemungutan uang konsumsi dari mahasiswa saat pelaksanaan seminar proposal dan ujian tugas akhir/skripsi/tesis/disertasi. Hal ini tetuang dalam Surat Edaran Rektor UNP bernomorkan 1434/UN35/PP/2013. Namun, pada kenyataannya, peraturan tersebut tidak sepenuhnya dijalankan oleh masing-masing prodi/jurusan yang ada di UNP. Hanya beberapa jurusan saja yang menjalankannya. Sedangkan di jurusan lain masih ada mahasiswa yang menyediakan konsumsi pada saat seminar ataupun ujian tugas akhir.
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi UNP merupakan salah satu jurusan yang sudah menerapkan surat edaran rektor tersebut. Fadhola Ulfa, mahasiswa Jurusan Akuntansi 2011 mengatakan bahwa di jurusannya tidak ada lagi pengadaan konsumsi oleh mahasiswa pada saat seminar dan ujian tugas akhir. Dosen-dosen pun juga tidak mau menerima konsumsi dari mahasiswa. "Tidak ada lagi snack saat seminar proposal," ujarnya, Rabu (18/6).
Berbeda dengan Jurusan Akuntansi, Elgi Janliza Putra, Mahasiswa Pendidikan Teknik Elektronika tahun masuk (TM) 2010 mengatakan bahwa di jurusannya masih ada pengadaan konsumsi oleh mahasiswa pada saat seminar dan ujian tugas akhir. Menurutnya, pengadaan konsumsi sudah menjadi tradisi. "Itu bukannya wajib, walaupun kadang-kadang ada juga dosen yang request," ungkapnya, Jumat (13/6). Hal senada juga disampaikan oleh Afrinaldi, teman sejurusan Elgi. "Ini hanya kebiasaan saja," ujarnya, Jumat (13/6).
Menanggapi hal tersebut, Drs. Zulhendra, salah seorang dosen Jurusan Elektonika mengatakan bahwa jurusan tidak pernah mengelola tentang konsumsi seminar ini. Makan siang dosen sudah termasuk ke dalam anggaran pemerintah, tak terkecuali saat seminar. "Itu hanya inisiatif mahasiswa," katanya, Senin (16/6). Ia juga menambahkan bahwa sebenarnya untuk pengadaan konsumsi seminar dan ujian tugas akhir ini dari dulu memang sudah dilarang. "Aturan ini bukan dari rektor yang sekarang saja," tuturnya.
Pembantu Rektor I UNP, Prof. Dr. Agus Irianto menjelaskan bahwa surat edaran bertujuan untuk meringankan mahasiswa. "Tidak semua mahasiswa yang orang tuanya kaya, kasihan mereka," jelasnya, Jumat (13/6). Ia juga menyayangkan jika ada dosen yang meminta mahasiswa untuk menyediakan konsumsi. Selain itu, Agus menegaskan bahwa dengan adanya surat edaran ini seharusnya mahasiswa lebih disiplin lagi, begitu pula dengan dosen. "Di sini kan kita mencari ilmu, bukan snack," tutupnya. Ana
Komentar (0)