Tujuh orang calon mahasiswa berkebutuhan khusus mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) disejumlah sektor berbeda, Selasa (17/6). Ketujuh calon mahasiswa tersebut ada yang tidak bisa melihat, bicara, mendengar, dan berjalan/menulis. Diantaranya, Suci Vera Arvita yang mengambil kelompok ujian Soshum. Calon mahasiswa yang ujian di Ruang R.18 Gedung B Universitas Andalas (Unand) ini tidak bisa melihat. Dalam pelaksanaan ujian, Suci mendapatkan ruangan khusus dimana tidak ada peserta lain di dalam ruangan tersebut. Suci dibantu oleh pengawas untuk membacakan soal dan melingkari pilihan jawabannya. "Jika dia bisa membaca sendiri soal ujian, maka mereka kami gabung dengan peserta lain," terang Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dr. Phil Yanuar Kiram saat melakukan pemantauan pelaksanaan SBMPTN bersama Rektor Unand.
Tak jauh berbeda dengan Suci, Ahmad Fauzan I yang masuk ke dalam kelompok ujian Saintek sektor Universitas Bung Hatta Ulak Karang juga memerlukan bantuan khusus dari pengawas. Hanya saja, Ahmad bergabung dengan peserta lain. Ahmad yang ujian di R01 SMA Bunda Padang ini tidak dapat berjalan/tidak dapat menulis. Jadi, Ahmad hanya dibantu untuk melingkari pilihan jawaban oleh pengawas.
Calon mahasiswa berkebutuhan khusus lainnya yaitu Desi Paradina (tidak dapat berbicara), Muhammad Sidiq (tidak dapat berjalan/menulis), Gari Marianto dan Puja Arini Sabila (tidak dapat mendengar). Mereka mengikuti ujian di sektor yang berbeda, diantaranya: Sektor Limau Manis I, Limau Manis II, Kartika, Air Tawar III, dan SMP13/STTIND/ATIP. Media
Komentar (0)