Setiap pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) per-semesternya selalu ada kendala. Tak terkecuali di semester ini. Pengisian KRS yang dijadwalkan pada tanggal 1 Februari, mulai diakses jam 00.00. Saat itu, UNP seperti pasar disetiap sudut seperti teras lokal Mata Kuliah Umum (MKU), teras Fakultas Ilmu-ilmu Sosial (FIS), ruang Sidang PKM dan sudut-sudut UNP lainnya yang dapat mengakses jaringan wireless. Puluhan sampai ratusan mahasiswa duduk berjejer dengan laptop masing-masing.
Malam itu, sekretariat Pramuka dipenuhi mahasiswa yang sedang menunggu pengisian KRS. Salah satunya Robert Rosa, mahasiswa Pendidikan Sosiologi TM 07 yang sudah menunggu dari pukul 21.00 hingga 06.00 pagi. Namun, sembilan jam menunggu portal masih sulit diakses. Sekitar pukul 16.00, Rabu (2/2) barulah portal dapat dibuka. "Padahal sudah memakai kabel LAN (Local Area Network), jaringan masih mandeg," ungkapnya, Senin (28/2).
Sore harinya, Selasa (1/2), sekitar jam 18.00 portal tak dapat diakses lagi. Ada pengumuman pada halaman awal kalau pengaksesan KRS dilakukan secara berjadwal. Maka, terhitung tanggal 1 Februari pukul 18.00 akses ke portal akademik tidak dapat dilakukan. Portal akademik dapat diakses kembali pada Selasa (1/2) pukul 19.30 sesuai jadwal yang sudah dibagi. FIK dan FIS tanggal 1-3 Februari, FMIPA dan FT tanggal 4-5 Februari, FE dan FBS tanggal 6-7 Februari, FIP 8-9 Februari.
Akses portal akademik yang terjadwal ini memunculkan berbagai reaksi mahasiswa. Putri, mahasiswa pendidikan kewarganegaraan TM 09 mengatakan lebih mudah dalam mengisi KRS kali ini. Setelah dilakukan penjadwalan, loadingnya lebih cepat. "Dahulu, lebih susah dari sekarang," ujarnya, Senin (28/2). Sama halnya dengan Cece, mahasiswa pendidikan Seni Drama Tari dan Musik TM 2010. Ia menyambut baik penjadwalan tersebut meski siang hari pertama portal sulit dibuka. "Malamnya mudah," ujarnya, Senin (28/2).
Lain lagi dengan mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan TM 2010 Arif Afis Utama, yang menganggap penjadwalan ini menimbulkan masalah baru. Ia mengaku kesulitan mengambil MKU karena fakultasnya mendapat jadwal terakhir. "Kode seksi MKU sudah penuh diisi mahasiswa fakultas lain yang mendapat giliran lebih awal," sesalnya, Jumat (18/2).
Drs. Yushamdi, kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat Komputerisasi (UPT Puskom), menjelaskan sulitnya pengaksesan KRS hari pertama karena adanya gangguan loading yang tidak seimbang, yang disebut dengan load balancing. Menurutnya hal ini dikarenakan adanya alat yang rusak akibat gempa lalu yang perbaikannya belum sempurna dihari tersebut. Lebih lanjut Hamdi menjelaskan, pembagian jadwal ini merupakan suatu usaha untuk menyiasati proses perbaikan yang berlangsung. "Dan dijadwal perbaikan barulah semua bisa mengakses kembali karena sudah selesai diperbaiki," terangnya, Selasa (1/2)
Komentar (0)