Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan diskusi publik yang bertema "Pendidikan di Minangkabau: Nan Cadiak Basandi ka Nan Guyah" di Ruang Mata Kuliah Umum (MKU) NA202, Sabtu (10/5). Diskusi publik ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan Gebyar SKK Ganto "Energi 25 tahun SKK Ganto: Langkah Tiada Batas". Diskusi ini dihadiri oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) selingkungan UNP dan Lembaga Pers Mahasiswa se-Sumatera Barat (Sumbar).
Jefri Rajif selaku pemimpin umum SKK Ganto mengatakan bahwa tema yang diangkatkan pada diskusi ini beranjak dari fenomena yang sedang marak terjadi di Minangkabau.
Narasumber pertama, Drs. Hamidin Dt. Rajo Endah. M.A. selaku dosen Fakultas Bahasa dan Seni sekaligus Datuk di Nagari Tanah Datar ini mengkaji mengenai pendidikan di Minangkabau dari segi adat dan agama. Ia menjelaskan masalah utama pada pendidikan adalah keluarga. Seorang anak akan meniru apa yang dikerjakan orangtuanya, maka sebaiknya orangtua memberikan contoh yang baik dari segi adat dan agama.
Farah Aulia, S.Spi., M.Spi. Psikolog selaku narasumber kedua membahas mengenai pendidikan dari segi psikologi. Ia mengemukakan 4 pilar pendidikan menurut UNESSCO yaitu: learning to know, learning to do, leraning to be, dan learning together. Pada saat ini teknologi bisa menjadi hal paling berguna dan sangat bermanfaat untuk pendidikan, tetapi ketika kita tidak memanfaatkan dengan semestinya maka ia akan menjadi hal yang sangat berbahaya. "Teknologi seperti pisau permata dua," ungkapnya. Wici
Komentar (0)