Senin (14/2), sekretariat Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) dilempari orang tak dikenal. Ketua Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden Mahasiswa, Tunjung Budi berpendapat suasana politik kampus yang sedang dalam masa Pemilu mungkin saja menjadi modus pelemparan ini. Pasalnya, Pemilu yang semula akan dilaksanakan 1-7 Januari ditunda hingga 14-21 Februari.
Keputusan penundaan pelaksanaan Pemilu tampaknya juga menimbulkan ketidakpuasan dari beberapa pihak. Terbukti dengan terjadinya pelemparan sekretariat MPM, Senin (14/2) lalu yang pelakunya masih belum diketahui dengan jelas. Menanggapi hal ini, Tunjung pun mengiyakan suasana politik kampus saat Pemilu bisa saja menimbulkan ketidapuasan dari berbagai pihak atas ketetapan MPM yang berwenang dalam pengadaan Pemilu Presiden Mahasiswa. Mewakili MPM, Tunjung menyatakan MPM tidak melakukan tindakan lebih lanjut atas pelemparan ini.
Pemilu Presiden Mahasiswa UNP periode 2011 telah berlangsung Kamis (24/2). Kandidat nomor dua, Tomy Devisa dan Nur Nofriani S. berhasil mengungguli empat kandidat lainnya. Pengukuhan Presiden Mahasiswa terpilih ini baru akan dilakasanakan sekitar dua minggu lagi. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP Periode 2009-2010, Edo Andrefson mengungkapkan kepengurusan BEM yang dipimpin Habibi itu harusnya berakhir pada Desember 2010 lalu. Namun, karena Pemilu BEM 2011 yang terlambat dilaksanakan, maka kepengurusan BEM 2009-2010 diperpanjang. "Jika kami menolak permintaan MPM untuk perpanjangan masa jabatan ini, tentu akan terjadi keksosongan terhadap kepengurusan BEM UNP," jelas Edo, Senin (8/1).
Sementara itu, Panitia Pemilu Presiden dan Wakil Presiden BEM UNP memang telah menetapkan pengunduran tahapan Pemilu yang semula akan dilaksanakan 1-7 Januari menjadi 14-21 Februari. Ketua Pemilu, Tunjung Budi menjelaskan penundaan ini dilakukan berdasarkan komplain yang dilakukan tiga kandidat Presiden Mahasiswa. Menurut kandidat ini, pelaksanaan Pemilu tidak akan efektif jika dilakukan pada masa ujian dan libur semester. "Keputusan penundaan ini merupakan hasil sidang MPM dan juga diketahui oleh Helmi Hasan selaku pembina MPM," ujarnya, Rabu (16/2).
Keterlambatan pelaksanaan Pemilu ini disesalkan oleh pengamat mahasiswa Eka Vidya Putra. Menurutnya, kesuksesan satu organisasi salah satunya ditandai dengan kemampuan untuk melakukan sirkulasi kekuasaan dengan baik agar terjadinya keberlanjutan organisasi melalui kaderisasi. Jika direfleksikan dengan keterlambatan pelaksanaan Pemilu BEM U, tampaklah ketidakberhasilan sebuah organisasi karena presiden mahasiswa adalah posisi sentral dalam tatanan mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi. "Setidaknya, keterlambatan ini bisa menjadi pelajaran bagi panitia Pemilu mendatang agar tak terjadi lagi keterlambatan pelaksanaan Pemilu di masa mendatang," tutupnya, Rabu (10/1). Sari
Komentar (0)