Kehadiran perpustakaan digital menjadi salah satu wujud UNP menuju smart campus. Bagaimana tidak, hal ini tentunya sangat memudahkan mahasiswa dalam peminjaman dan penelusuran informasi koleksi buku yang tersedia. Namun, kehadirannya masih belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh sebagian mahasiswa. Seperti yang diakui oleh Dian Latifa, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni TM 2009, yang tidak mengerti penggunaan password dan username ketika harus membuka layanan ini. "Saya kurang mengerti, jadi pakai manual saja," terang Dian, Senin (3/1). Belum adanya petunjuk yang diberikan juga menjadi kendala bagi Dian untuk memanfaatkan sistem digital ini.
Berbeda dengan apa yang dialami oleh Lusia Oktri Wini, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia TM 2009. Ia mengatakan belum mendapatkan password dan username meskipun sudah melakukan peminjaman buku berkali-kali. "Saya hanya masih memakai sistem manual dalam peminjaman buku," akunya, Senin (3/1).
Menanggapi apa yang dirasakan sebagian mahasiswa, ahli media perpustakaan UNP, Wiwi Sartika, S.Sos, menjelaskan penggunakan Password dan username jika mahasiswa ingin memesan buku secara online. "Kalau hanya penelusuran, mahasiswa tidak membutuhkan password dan username," katanya. Ia melanjutkan, mahasiswa pun bisa mengetahui jenis buku yang diinginkan beserta lokasi buku berada.
Pemesanan buku secara online saat ini, tambahnya masih dalam tahap uji coba. Hal ini di karenakan jumlah petugas yang masih sedikit. "Dalam pemesanan buku secara online membutuhkan beberapa petugas," ungkapnya, Kamis (17/2). Bagaimanapun juga, lanjutnya, pihak perpustakaan tengah mengusahakan pemesanan online secepat mungkin.
Kepala Perpusutakaan UNP, Drs. Sutarman Karim, M.Si., mengatakan bahwa pada tahun pertama, mahasiswa telah diberi pembekalan mengenai prosedur peminjaman buku, termasuk pemakaian digital library. Namun, terkadang pembekalan itu tidak diikuti mahasiswa dengan baik sehingga masih banyak yang tidak paham. "Mahasiswa sekarang kan juga sudah hebat teknologi, saya rasa itu tidak sulit bagi mereka untuk mempelajarinya," jelasnya, Selasa (18/1).
Mengenai password dan username yang belum diperoleh mahasiswa, Sutarman meminta agar segera menanyakan langsung pada pegawai perpustakaan. "Karena itu adalah hak setiap mahasiswa," Sejauh ini, penerapan sistem digital telah sampai pada penyusunan skripsi dan tesis dalam bentuk PDF. Hanya saja, tambahnya penerapan sistem ini masih terkendala oleh fasilitas. "Sekarang sedang diajukan permohonan penambahan komputer ke pihak rektorat," tutup Sutarman.
Komentar (0)