Sekitar 50 orang siswa kelas VIII SMP Pembangunan Laboratorium UNP mengikuti simulasi penggunaan rambu-rambu lalu lintas di jalan sekitar Kompleks UNP, Sabtu (26/4). Simulasi ini merupakan bagian dari aplikasi Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Pendidikan dan Pelatihan Disiplin Berlalu Lintas (PP si BerLin). Program yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini disusun oleh Sandri Putra, Rosita Anjela, Siti Mutmainah, dan Yoga Amsa Suanto.
Pada simulasi ini dipraktikkan penggunaan rambu peringatan dan rambu larangan pada titik-titik tertentu di jalan Kompleks UNP. Peserta dibagi atas 5 kelompok dan tiap-tiap kelompok mendapatkan 3 buah rambu-rambu. Kemudian ketika berhenti di suatu titik, seperti di sebuah persimpangan, peserta pun diminta untuk menunjukkan dan menjelaskan rambu apa saja yang dipakai.
Menurut ketua pelaksana, Sandi Putra, dipilihnya kegiatan yang berkaitan dengan disiplin berlalu lintas ini karena masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum tertib dalam berlalu lintas. Setiap tahun puluhan ribu nyawa melayang karena kecelekaan lalu lintas. "Mudah-mudahan mereka jadi pelopor gerakan disiplin berlalu lintas," ujar Ketua Dewan Penasehat PPIPM ini.
Lebih lanjut Sandi pun menjelaskan kegiatan ini terselenggara berkat adanya kerjasama dengan Polisi Lalu Lintas (Polantas) Kota Padang. Mereka selalu berkonsultasi dengan polisi terkait kegiatan ini. Tak hanya itu, beberapa hari sebelumnya pihak Polantas juga mengutus tiga orang perwakilannya untuk memberikan materi kepada peserta.
Selain itu Sandi dan kawan-kawan juga berkerja sama dengan pihak sekolah. Salah satu produk dari kegiatan ini adalah dibentuknya Polisi Keamanan Sekolah (PKS). PKS ini bertugas mengawasi siswa agar mematuhi tata tertib sekolah. "Setelah dievaluasi akan diambil 5-10 orang terbaik untuk menjadi polisi keamanan sekolah," lanjutnya.
Salah seorang peserta, Wahyu Anriyansyah mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Menurut siswa kelas VIII B ini kegiatan yang diikuti dapat menambah ilmu tentang tata cara berlalu lintas.
Peserta lainnya, Safira Aura Kamila mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah lalu lintas khususnya di Kota Padang. Menurutnya kondisi lalu lintas di Padang saat ini semrawut, sehingga sering terjadi kemacetan. "Mudah-mudahan dengan acara ini tidak ada lagi yang ugal-ugalan dalam berkendara, sehingga tidak ada lagi kemacetan," ujar siswi kelas VIII F ini. Sastra
Komentar (0)